Martir atau Pecundang?

OLEH: DRS. M. HAMDAN BASYAR, M.SI
Peneliti Utama pada Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu
Pengetahuan Indonesia (LIPI)

Kolonel Muammar Khadafi telah tewas pada 20 Oktober lalu. Itu menandai berakhirnya kekuasaan pemimpin Libya itu selama lebih dari empat dekade. Selama menjadi pemimpin Libya,Khadafi adalah figur yang seringkali dianggap aneh.

Dari penampilan fisik sampai sistem politik yang diterapkannya di Libya, dia beda dengan pemimpin dunia lain. Bila kebanyakan negara menerapkan sistem demokrasi, Khadafi menentang demokrasi liberal yang dikatakannya tidak adil dan tidak mencerminkan kehendak rakyat.

Buku Hijau
Pada 1970-an Khadafi mengeluarkan ‘buku hijau’ yang memuat tiga hal berkaitan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara di Libya. Pertama, buku itu menjelaskan masalah demokrasi. Khadafi mengkritik sistem demokrasi yang sudah berjalan di berbagai negara.Dia bertanya,apa makna suara 51% dibandingkan suara 49% dalam pemilu? Bila 51% dianggap sebagai pemenang dalam pemilu, itu tidak berarti dapat mencerminkan suara mayoritas rakyat.

Misalnya, bila rakyat yang abstain atau tidak memilih digabungkan dengan suara 49%, maka hasilnya bisa lebih banyak daripada jumlah suara yang dianggap sebagai pemenang pemilu. Khadafi menyebut sistem yang demikian dengan istilah “diktatoriyat fi tsaub demokratiyat” (kediktatoran dalam baju demokrasi).

Karena itu Khadafi tidak menerapkan sistem demokrasi di Libya. Selama dia berkuasa di Libya tidak ada partai politik dan tidak ada pemilu.Dia membuat sistem politiknya sendiri, yang menurutnya bertumpu kepada kekuasaan rakyat. Muktamar rakyat umum menjadi puncak dari sistem politiknya.

Kedua, buku hijau menjelaskan sistem ekonomi yang dianut oleh Khadafi. Sistem yang pas diterapkan di dunia ketiga adalah sistem ekonomi sosialis (al-isytirakiyyat). Basis ekonomi ini adalah rakyat. Mereka harus diperlakukan sama dalam mendapatkan hak ekonominya. Dengan dasar ini Khadafi memberikan berbagai subsidi terhadap kebutuhan rakyatnya. Tidak hanya itu, Khadafi juga memberikan “subsidi” kepada siapa saja yang dianggap perlu bantuan, termasuk mahasiswa asing yang belajar di Libya.

Ketiga, buku hijau menerangkan hubungan sosial kemasyarakatan (al-ijtima’iyyat). Hal itu bermula dari keluarga, terus menuju kesukuan/kabilah, kemudian umat. Dengan dasar ini, maka memperkuat keluarga adalah bagian dari pembangunan masyarakat secara umum,yang bermuara kepada umat Islam di manapun. Karena itu tidak mengherankan bila kemudian Khadafi banyak membantu dunia Islam lain, termasuk kelompok pemberontak yang mengatasnamakan Islam, seperti Moro di Filipina.

Pertarungan dengan Barat
Dengan keyakinan politik, ekonomi, sosial kemasyarakatan sebagaimana dalam Buku Hijau dia berhadapan dengan kepentingan Barat yang menerapkan demokrasi kapitalis liberal yang bersendikan kebebasan individu. Bila “ajaran” Khadafi dibiarkan, maka akan menjadi ancaman bagi keberlangsungan demokrasi liberal.

Untuk menghambat laju pengaruh Khadafi di dunia, ada berbagai usaha untuk menghentikan langkahnya. Misalnya pada 1986 Presiden Amerika Serikat (AS), Ronald Reagan, memerintahkan pembombardiranTripoli yang menghancurkan kediaman Khadafi di Bab al-Azizija.Pada 1981 ada permufakatan jahat antara Prancis dan Mesir untuk membunuh Khadafi, tetapi tidak berhasil.

Kemudian,pada 1998 ada kaum militan yang menyerang rombongan Khadafi di dekat Kota Dirnah. Tetapi, sekali lagi,dia selamat. Setelah peristiwa pengeboman pesawat Pan Am (F- 103), di Lockerbie, yang menewaskan 243 penumpang dan 16 awak pesawat, 21 Desember 1988, negara Libya menerima hukuman embargo dari berbagai negara.Kesempatan itu justru dimanfaatkan oleh Khadafi untuk menggalang persatuan di dalam negeri dan di dunia ketiga.

Dia memberikan berbagai kemudahan bagi rakyatnya sehingga sebagian masyarakat lebih dekat dengan Khadafi. Di tingkat regional Afrika dia berusaha menyatukan berbagai negara dalam African Union (AU). Sebelum tewas Khadafi menjadi Ketua AU. Pada 1991, negara-negara anggota AU membentuk African Economic Community (AEC), atas dasar Abuja Treaty, yang mulai berlaku secara formal pada tahun 1994.

AEC dibentuk sebagai dasar bagi pembangunan ekonomi di antara anggotanya. Menurut rencana, pada 2019 AEC mulai membentuk kawasan perdagangan bebas dan uni pabean di setiap blok regional.Setelah itu,AEC akan melanjutkannya ke uni ekonomi moneter Afrika yang dibedakan dalam dua tahap.Tahap pasar bersama pada 2023 dan uni mata uang pada 2028.

Pada tahun 2028 itu, secara bersamaan,AEC mengarah ke pakta politik. Beberapa kali para pemimpin negara-negara Afrika bertemu untuk menyatukan pandangan menuju “Afrika Bersatu”. Pertemuan pada Oktober 2008, Juli 2009, dan Agustus 2009 menjadi bagian penting bagi penyatuan Afrika. Pada saat bersamaan embargo ekonomi terhadap Libya dicabut oleh Barat, setelah Khadafi mau bekerja sama dengan mereka.

Pada 2005, IMF masuk ke Libya dan memberikan berbagai saran pengurangan subsidi terhadap rakyat, demi mengurangi anggaran belanja negara.Akibatnya, masyarakat Libya mengalami kehidupan yang kurang mengenakkan. Harga barang mulai naik, pengangguran mulai banyak. Akhirnya, ketidakpuasan menjalar ke berbagai sektor kehidupan.Mereka inilah yang kemudian tertular arus “musim semi Arab”yang bermula dari Tunisia.

Khadafi Oh Khadafi
Setelah Khadafi tewas oleh peluru kaum “revolusioner” beredar surat wasiat yang konon dari Khadafi. Isinya: “Inilah surat wasiat saya. Saya, Muammar bin Mohammad bin Abdussalam bi Humayd bin Abu Manyar bin Humayd bin Nayil al Fuhsi Gaddafi, bersumpah bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasul Allah. Saya bersumpah akan mati sebagai Muslim. Jika saya terbunuh, saya ingin dikuburkan sesuai ritual Islam, dalam baju yang saya kenakan saat saya meninggal, tubuh saya tidak dimandikan, di pekuburan di Sirte,di samping keluarga dan kerabat saya….

”Ini adalah penyataan untuk siap menjadi martir (syahid).Apakah akhirnya Kolonel Muammar Khadafi menjadi martir? Allahua’lam.●

Dimuat di Seputar Indonesia, 27 Oktober 2011

1 Response to “Martir atau Pecundang?”


  1. 1 Jilbab Model Terbaru October 4, 2014 at 8:46 am

    It’s amazing to go to see this site and reading the views
    of all mates about this paragraph, while I am also eager of getting know-how.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Joint at Milist AIPI

Publikasi-Publikasi AIPI
















Jejak Pengunjung

Kalender

October 2011
M T W T F S S
« Sep   Nov »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

%d bloggers like this: