Bongkar Pasang Kabinet

Oleh: Prof. Dr. Ikrar Nusa Bhakti
Profesor Riset Bidang Intermestic Affairs LIPI
dan Ketua II PP AIPI Periode 2008-2011.

Isu pergantian kabinet tampaknya tidak terlalu dianggap serius oleh sebagian besar masyarakat. Mereka sudah bosan dengan pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang sering bicara hasil evaluasi atas kinerja para anggota kabinet, tanpa ada tindakan apa pun untuk mengganti menteri yang kinerjanya buruk.

Kalaupun pergantian kabinet terjadi, hari ini atau esok, karena 20 Oktober adalah tanggal terbentuknya Kabinet Indonesia Bersatu II,masyarakat masih menilai bahwa palingpaling hasilnya samimawon alias sama saja dengan reshuffle kabinet pada periode sebelumnya. Presiden SBY kurang berani untuk beranjak dari angka keramat 9, yaitu tiga orang kabinet lama keluar,tiga orang baru masuk, dan tiga kursi kabinet dipertukarkan antaranggota kabinet yang lama.

Belakangan ini santer terdengar, menteri yang akan diganti menjadi empat orang.Itu pun karena Menteri BUMN Mustafa Abubakar sedang sakit. Ini berarti Presiden belum berani keluar dari alur pikir 3:3:3. Media Indonesia, Senin (19/9), membuat judul berita utama yang sangat bombastis, “Andi dan Muhaimin Beban Terberat SBY,” dengan kata “Beban” ditulis dengan huruf merah! Persoalannya,akankah dua “anak muda” itu akan ditendang dari kabinet?

Jawabnya, jika Presiden SBY memiliki nyali politik yang besar,dua anggota kabinet itu mau tidak mau harus dilepas dari kabinet. Terlepas dari mereka berdua menyatakan tidak terlibat dalam kasus korupsi di kementeriannya, mana mungkin orang akan percaya,karena bagaimanapun seorang atasan, betapapun bodohnya, harus tahu tindak tanduk bawahannya.

Kalau seorang menteri mengatakan hanya mengenal bawahan setingkat dirjen dalam rapat resmi di kementeriannya, lalu apa fungsinya di kementerian itu sampai-sampai ia tidak mengenal bawahannya sendiri? Melepas dua “anak muda” yang “amat sangat loyal”kepada dirinya,walau bukan mustahil mereka berdua seringkali menutupi SBY dari realita yang sebenarnya terjadi di lapangan, bukan perkara gampang buat SBY.

Muhaimin sudah membuktikan bahwa PKB di bawah kepemimpinannya adalah partai yang amat loyal mendukung Partai Demokrat baik saat voting di Sidang Paripurna DPR Tahun 2010 lalu soal kasus Bank Century dan soal pembentukan Panja Mafia Pajak. Isu yang beredar adalah “dua anak emas SBY”ini hanya akan dipindahkursikan, entah dengan menteri yang mana.

Isu politik lain yang beredar dari dalam Istana,Andi Alifian Mallarangeng akan “Pulang Kampung” ke jajaran Istana kembali yakni bertukar tempat dengan Sekretaris Kabinet saat ini, Dipo Alam, yang akan menjadi Menpora. Lebih gila lagi, Andi dipanggil pulang oleh SBY untuk memperkuat “Jajaran Dalam Istana” agar “Proyek Pencitraannya” kembali bergulir karena Andi akan berperan ganda pula sebagai Juru Bicara Utama Istana! Jika ini benar-benar terjadi, pertunjukan sinetron lama akan diputar kembali, lakonnya: “SBY lebih peduli pada citranya sendiri ketimbang perombakan kabinet besar- besaran demi masa depan Indonesia”.

Lakon susulan yang juga akan muncul ialah: SBY bukanlah seorang political leader yang brilian dan punya nyali karena hanya berani menggunakan kekuasaannya kepada mereka yang kurang memiliki kekuasaan. Sedangkan terhadap para menteri dari partai-partai besar atau setengah besar,SBY hanya berani mengkritik mereka di dalam sidang kabinet atau pada saat konferensi pers, tetapi tidak berani untuk mengambil tindakan tegas kepada mereka.

Inilah psikologi politik dari seorang pemimpin yang kebetulan anak tunggal! Ia lebih suka dipuja oleh para “penjilat yang akan menghancurkannya” dan bukan menjalankan “mengubah pernyataan politiknya secara konsisten ke dalam bentuk kebijakan yang berani!” Jika kita evaluasi lebih dalam, sebenarnya banyak menteri yang harus diganti. SBY memang bukan Soeharto.

SBY lebih suka memilih menteri dengan cara casting sinetron, sedangkan Soeharto (seperti diutarakan seorang mantan menterinya dalam acara “Mata Najwa” di Metro TV), betapa pun otoriternya, masih memiliki akal sehat untuk memantau seseorang dalam kurun waktu lebih dari 10 tahun sebelum ia memutuskan untuk memberi kedudukan pada orang itu di kabinet. Jika Presiden SBY benarbenar jeli dan berani, akan banyak menteri yang diganti.

Mereka yang diduga korupsi tak perlu menunggu proses pengadilan harus diberhentikan sementara dari kabinet. Bila mereka bersalah,langsung masuk bui.Bila tidak bersalah, masuk kembali ke kabinet. Sebagai anak muda mereka juga seharusnya jantan, mundur dulu sampai urusan pengadilannya usai dan bukan bersilat lidah penuh dengan kebohongan publik! Presiden juga perlu menegur dan memberi sanksi kepada para menteri yang hobinya ngintil ke mana pun dia pergi.

Seorang Menteri Kebudayaan dan Pariwisata seharusnya memiliki strategi bagaimana agar pariwisata kita maju dan bukan sering ikut ke mana pun Presiden pergi! Seorang Menteri Hukum dan HAM harusnya memberesi lembaga pemasyarakatan agar benar-benar berfungsi baik dan bukan malah marah kepada pokja mafia hukum yang sering melakukan “sidak ke lembagalembaga pemasyarakatan” yang dihuni “orang-orang besar yang mendapatkan fasilitas amat nyaman!”

Ia juga harus menjalankan impian Presiden untuk meningkatkan peringkat Indonesia dalam pemberantasan korupsi dan bukan malah memberikan remisi yang begitu besar kepada para koruptor! Seorang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral harusnya menyiapkan bagaimana Indonesia bisa sukses dalam keamanan energi ke depan, mengurangi subsidi BBM, dan bukan malah suka membuat iklan mengajak orang menggunakan BBM nonsubsidi.

Jika subsidi BBM sudah begitu besar, mengapa tak dikurangi saja untuk mengurangi beban negara? Pastinya SBY tidak memiliki nyali politik untuk melakukan itu. Masih banyak catatan lain mengenai menteri-menteri lainnya.Jika negeri ini ingin diperbaiki, paling sedikit ada 12 sampai 14 menteri yang harus diganti.Angka itu tidaklah terlalu besar karena masih dalam batas kewajaran. Persoalannya, bongkar pasang kabinet itu bagi SBY harus ada hitunghitungan politiknya. Karena itu, kita jangan berharap bahwa reshuffle kabinet lebih dari sekadar proyek pencitraan!

Dimuat di Seputar Indonesia, 20 September 2011

0 Responses to “Bongkar Pasang Kabinet”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Joint at Milist AIPI

Publikasi-Publikasi AIPI
















Jejak Pengunjung

Kalender

September 2011
M T W T F S S
« Aug   Oct »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

%d bloggers like this: