Masih Ada Secercah Harapan

Oleh: Prof. Dr. Ikrar Nusa Bhakti
Profesor Riset Bidang Intermestic Affairs LIPI

Hanya beberapa hari setelah mantan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat M Nazaruddin dipulangkan ke Indonesia dari Kolombia, tidak sedikit orang di Tanah Air yang merasa bahwa kasus korupsinya akan menjadi antiklimaks lantaran akan banyak intervensi politik, baik dari kalangan DPR ataupun Partai Demokrat yang sedang berkuasa.

Selain itu,berbagai isu pun menyeruak seperti soal barang bukti yang mungkin sudah ditukar, adanya intervensi terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan tentunya sikap Nazaruddin yang membisu seribu bahasa alias tidak ingin mengatakan apa pun soal keterlibatan orang lain dalam sepak terjang korupsinya.

Di antara berbagai kejadian yang menjadi perhatian publik, ada satu peristiwa menarik, yaitu Nazaruddin menulis surat kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui pengacaranya yang isinya memohon Presiden tidak mengganggu istri dan anakanaknya dengan imbalan Nazaruddin tidak akan mengungkapkan nama-nama orang di Partai Demokrat dan di KPK dalam kasus korupsi ini.

Ini tentunya berbeda dengan ketika ia masih di dalam pelarian yang hampir setiap saat menyebarkan perihal keterlibatan nama-nama orang di Partai Demokrat dan Badan Anggaran DPR dalam kasus korupsi serta adanya upaya dari orang dalam KPK dan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum untuk melakukan rekayasa hukum atas kasus Nazaruddin.

Namun, sejak Jumat siang pekan lalu (19/8), mulai tampak adanya secercah harapan kasus Nazaruddin benar-benar akan melalui proses pengadilan yang fair. Harapan tersebut memang hanya secercah saja, tetapi bila kita masyarakat sipil terus memantau dan mendukung KPK untuk melakukan penegakan hukum yang adil dan fair, negeri ini akan semakin baik indeks persepsi korupsinya di masa depan.

Satu hal yang teramat penting adalah adanya kelompok masyarakat sipil yang mendatangi KPK pada Jumat siang lalu yang bukan hanya untuk mendapatkan klarifikasi dari KPK soal proses pemulangan Nazaruddin, melainkan juga berdiskusi dan memberikan dukungan penuh kepada KPK agar tidak takut diintervensi.

Kalangan masyarakat sipil ini juga memberikan dukungan penuh kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar memiliki keberanian untuk menggunakan kewenangan tertingginya sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan serta sebagai pemegang mandat rakyat Indonesia untuk melindungi negara dan warga bangsa:

(1) dari serangan balik para koruptor, (2) dari kebijakan- kebijakan yang tidak berpihak pada kebutuhan rakyat banyak,(3) dari pemiskinan terstruktur karena penguasaan sumber daya ekonomi oleh segelintir kelompok, (4) dari ketidakpastian hukum dan penegakan hukum yang tidak adil, (5) dari kebijakan-kebijakan pemerintah yang diambil atas dasar kepentingan politik jangka pendek.

Secercah harapan lain yang cukup melegakan adalah adanya surat balasan Presiden kepada Nazaruddin yang intinya meminta Nazaruddin untuk membuka semua informasi yang ia ketahui dan bersikap kooperatif dengan KPK.

Ini berarti,secara formal Presiden ingin menyatakan bahwa ia tidak akan melakukan intervensi politik atas proses hukum yang akan dijalani mantan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat tersebut.

Lintas Partai
Dalam pertemuan antara kalangan masyarakat sipil dengan para pimpinan KPK hari Jumat lalu, KPK juga mengungkapkan informasi menarik, bahwa Nazaruddin merobek surat permohonan suaka politik yang rencananya akan diajukan oleh pengacaranya kepada Pemerintah Kolombia.

Selain itu, secara gamblang para pimpinan KPK juga menjelaskan mengapa pemulangan Nazaruddin menggunakan pesawat carter dan bukan pesawat komersial reguler. Ada kekhawatiran KPK, jika pesawat reguler stop over di Paris selama 8 jam, misalnya, berbagai upaya dari pengacaranya untuk mencegah Nazaruddin pulang ke Tanah Air dapat saja terjadi.

KPK juga mengkhawatirkan adanya upaya-upaya dari pengacaranya agar ketika Nazaruddin mendarat di Kuala Lumpur,akan ada upaya untuk mengganti kewarganegaraan Nazaruddin menjadi warga negara Malaysia atau Singapura.

Hal lain yang membuat kita semua menjadi mafhum, proyek pembangunan prasarana di pusat dan daerah yang ditangani perusahaan Nazaruddin yang melibatkan lintas partai berjumlah 31 proyek bernilai Rp6,037 triliun! Dari berbagai proyek itu ada yang sudah pada taraf penyidikan, ada yang taraf penyelidikan, dan ada pula yang masih pada taraf pengumpulan informasi.

Karena itu jangan heran jika akan banyak politisi lintas partai dari Badan Anggaran DPR dan komisi-komisi di DPR yang mungkin saja akan tersangkut dengan korupsi Nazaruddin. Tentunya ini juga akan menyangkut nama-nama yang sudah disebutkan Nazaruddin yang berasal dari Partai Demokrat.

Negeri ini tidak akan runtuh bila para politikus di DPR yang terlibat kasus korupsi Nazaruddin semua diadili secara fair.Ini justru akan membersihkan DPR dari tikus-tikus yang menggerogoti anggaran negara.

Partai Demokrat juga akan dibersihkan secara signifikan dari kasus korupsi ini karena jika tidak, bisa saja Partai Demokrat lepas dari kasus korupsi Nazaruddin, tetapi akan menghadapi pengadilan rakyat pada Pemilu Legislatif 2014 mendatang.

Dengan kata lain, jika Partai Demokrat berupaya melakukan rekayasa politik mengintervensi jalannya Pengadilan Tindak Pidana Korupsi atas kasus Nazaruddin, bukan mustahil ini akan menjadi lonceng kematian bagi partai ini karena rakyat tidak akan percaya lagi kepada partai berlambang segitiga biru ini.

Partai-partai lain yang anggotanya terlibat kasus ini tentunya juga sudah siap untuk merelakan para kader busuknya menghadapi pengadilan.Lagi-lagi semua ini demi nama baik partai, DPR, negara,dan bangsa.

Pastinya, masih ada secercah harapan pengadilan atas Nazaruddin akan berjalan fair. Tentunya ini membutuhkan pengawalan dari kita semua, pers,dan kalangan masyarakat sipil.

Dimuat di SINDO, 23 August 2011

1 Response to “Masih Ada Secercah Harapan”


  1. 1 ANDRE August 24, 2011 at 12:25 pm

    ..Smoga “secerca harapan” bang Ikrar bisa terwujud.. Tp keliatannya Ironi Bang..!! sbh kasus yang tampak kasat mata saja dianggap gelap..!! endingnya jelas.. Hanya NAZAR & para kelas “teri” yg “jadi korban” atau mgkn “berkorban” dan Kasus ini tdk akan pernah berkembang kemana-mana..!! mari belajar dgn kasus “susno duadji” dan “antasari”. smakin menjengkelkan & memuakkan “permainan politik kita”…!! mtrswn.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Joint at Milist AIPI

Publikasi-Publikasi AIPI
















Jejak Pengunjung

Kalender

August 2011
M T W T F S S
« Jul   Sep »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

%d bloggers like this: