Arah Politik Malaysia

Oleh: DR. A. EBY HARA
Pengamat Masalah Kemanusiaan yang Bekerja di Malaysia dan
Ketua PC AIPI Jember

Beberapa minggu lalu kita dikejutkan berita huru-hara dari negeri jiran. Hampir 40.000 orang turun ke jalan pada Sabtu, 9 Juli, di Kuala Lumpur.Demonstrasi yang kabarnya hanya akan diikuti ratusan orang menggelinding seperti bola salju, diikuti lebih dari ratusan orang di jalan-jalan seputar pusat utama Kuala Lumpur di Pudu Raya, Pasar Seni, Chinatown, KL Sentral,Mesjid Jamek,dan Stadion Merdeka.

Diceritakan pula, tidak seperti demo sebelumnya saat demonstran menutup mukanya karena takut, kali ini tak ada yang menutup muka. Mereka dengan berani dan lantang menuntut pemilu bersih. Lebih dari 1.500 orang telah ditangkap karena dianggap melanggar aturan demonstrasi.

Semestinya tak perlu ada demonstrasi ini.Tuntutan para demonstran ini bukan terhadap hal besar seperti di Indonesia yang dilakukan untuk mendorong pemerintah memberantas korupsi, menuntut ganti rugi bagi korban lumpur Lapindo, atau demo terhadap pemerintah SBY yang ingkar janji.

Demonstrasi di Indonesia untuk menuntut perbaikan negeri yang karut-marut. Dalam hal-hal di atas,justru pemerintahan di bawah Perdana Menteri (PM) Najib Tun Abdul Razak jauh meninggalkan Indonesia.Ekonomi tetap tumbuh dengan baik.Pemerintah melakukan berbagai program dan kemudahan untuk rakyat miskin.

Najib agaknya khawatir akan performance (bukan citra) pemerintahannya yang lemah setelah ditinggal PM terdahulu, Abdullah Badawi.Karena itu,dia dengan para menteri, setidaknya menurut laporan media mainstream, sangat giat dan tak kenal lelah melakukan perbaikan untuk masyarakat.

Isu yang didemo juga sederhana yaitu penyelenggaraan pemilu yang kurang bersih. Ini pun sebetulnya tidak burukburuk amat.Walaupun Suruhan jaya Pilihan Raya (semacam KPU) berada di bawah pemerintah, pelanggaran tidak seberat yang pernah terjadi dengan KPU di Indonesia.

Masalah yang dikeluhkan adalah masih adanya daftar nama pemilih yang tidak jelas yang memungkinkan orang memilih berulang. Mereka juga menuntut tinta yang tidak mudah hilang, kampanye minimal 21 hari, akses yang bebas dan fair ke media,lembaga masyarakat yang diperkuat dan korupsi dan politik kotor mesti dihentikan.

Mungkin tanpa demonstrasi, persoalan ini bisa diatasi walau agak lambat. Dengan tekanan terus-menerus melalui parlemen yang lebih dinamis karena banyaknya anggota oposisi, penggunaan media oposisi dan alternatif seperti internet, pengiriman petisi,dan lain-lain cara selain demonstrasi bisa mendorong pemerintah melakukan perubahan.

Gairah Demonstrasi
Kalau demikian halnya,pertanyaannya tentu saja adalah mengapa harus demonstrasi. Inilah yang menarik untuk diamati. Demonstrasi ini menunjukkan hal yang lebih dalam yang terjadi dalam perpolitikan di Malaysia.

Ini bukan sekadar pemilu bersih, melainkan menyangkut mood masyarakat Malaysia terutama oposisi yang jenuh dengan sistem politik dan wacana politik yang dikembangkan pemerintah.

Pertama, mereka ingin merobohkan mitos bahwa demonstrasi itu haram dan berbahaya untuk masyarakat seperti Malaysia. Sudah menjadi rahasia umum bahwa Pemerintah Malaysia sejak lama alergi terhadap demonstrasi.Mereka sering mengatakan bahwa demonstrasi sama dengan anarki.

Demonstrasi merusak kestabilan dan mengacaukan kegiatan ekonomi. Dalam responsnya terhadap demonstrasi, memang hal ini kembali ditegaskan PM Najib. Bukannya menanggapi tuntutan demonstran, melainkan dia mengajak rakyatnya untuk bersama dia melawan kegiatan oposisi yang dianggap akan mengacau keamanan negara dan kegiatan ekonomi sehari-hari.

Upaya oposisi ini lumayan berhasil. Selain berhasil menghimpun massa yang besar, mereka juga berhasil menunjukkan sesungguhnya demonstrasi mereka berjalan damai, tidak merusak, dan tidak anarkistis.

Kedua, demonstrasi telah menghidupkan kembali gairah oposisi.Kelompok oposisi yang dimotori PKR,DAP, dan PAS seperti kehilangan momentum setelah sukses dalam Pilihan Umum 2008. Mereka hampir-hampir kehilangan isu karena konsistensi dan responsiveness dari pemerintahan Najib dalam memperbaiki citra Barisan Nasional, koalisi partai yang berkuasa.

PM Najib menanggapi kritik terhadap lemahnya pendahulu dia, PM Badawi, dengan melakukan banyak perbaikan terutama membuat program yang prorakyat kecil. Dalam delapan pemilu kecil (by election karena anggota parlemen meninggal atau mundur) terakhir, hanya satu yang dimenangkan oposisi. Demonstrasi ini dengan demikian sebuah kejutan untuk menunjukkan bahwa oposisi masih punya greget, masih punya agenda untuk diperjuangkan.

Ketiga, yang paling penting adalah bahwa demonstrasi ini mewakili satu generasi baru di Malaysia. Diberitakan bahwa mereka yang protes kebanyakan adalah orang muda, sebagian adalah calon pemilih baru.

Mereka ini generasi internet yang jenuh dengan wacana politik yang dominan di masyarakat. Bagi mereka, wacana keteraturan untuk kemajuan ekonomi sering digunakan untuk menghalalkan represi terhadap oposisi.

Media alternatif seperti internet dan koran oposisi menyadarkan mereka bahwa seringkali wacana itu digunakan untuk mengamankan pemerintah dari protes atas berlakunya oligarki dalam pemerintahan. Singkatnya, mereka secara kritis melihat untuk kepentingan siapa kestabilan dan pertumbuhan ekonomi itu.

Maklumlah Barisan Nasional sudah terlalu lama berkuasa dan di sana sudah terbentuk jaringan kekuasaan yang susah ditembus. Perlawanan terhadap keadaan demikian seolah menjadi model perjuangan, semangat baru,atau bahkan kebanggaan baru bagi generasi muda ini. Mungkin sebuah heroisme baru bagi orang muda.

Pada hari-hari mendatang kita akan melihat ke manakah angin akan bertiup dan suara akan berayun bila pemilu diadakan. Demonstrasi ini bisa menjadi sebuah turning point bagi perubahan di Malaysia.

Dimuat di Sindo, 26 July 2011

0 Responses to “Arah Politik Malaysia”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Joint at Milist AIPI

Publikasi-Publikasi AIPI
















Jejak Pengunjung

Kalender

July 2011
M T W T F S S
« Jun   Aug »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

%d bloggers like this: