Relasi AS dan Dunia Islam

Oleh: Prof. Drs. RIZA SIHBUDI
Profesor Riset LIPI & Mantan Diplomat

Pemimpin Tanzim Al- Qaeda, Osama bin Laden, akhirnya terbunuh oleh regu pasukan elite Amerika Serikat di Kota Abbottabad, Pakistan, 2 Mei lalu. Namun,kematian Osama masih menjadi misteri hingga detik ini.

AS sendiri semula akan merilis foto jenazah Osama,namun kemudian diurungkan, karena khawatir bakal membangkitkan dendam di kalangan pendukung dan simpatisan Osama. AS justru mengakui bahwa foto “jenazah Osama” yang pernah mereka rilis, adalah hasil rekayasa komputer alias palsu. Operasi pembunuhan Osama memang sangat kontroversial.

Seorang pakar politik AS keturunan Yahudi, Noam Chomsky, bahkan mengajak publik AS sendiri untuk merenungkan, bagaimana sikap mereka seandainya ada pasukan elite dari Irak yang menculik dan menewaskan mantan Presiden AS George W Bush dan kemudian membuang jenazahnya ke Lautan Atlantik. Menurut Chomsky, kejahatan kemanusiaan Bush sangat melebihi Osama bin Laden.

Tewasnya Osama di Pakistan mestinya merupakan sebuah penutup dari aksi perburuan panjang dalam perang AS melawan jaringan Al- Qaeda.Namun, kematian Osama justru memunculkan makin banyak pertanyaan, termasuk di dalamnya adalah apa dasar hukum membunuh Osama,apakah legal menembaknya di Pakistan, terutama karena saat ditangkap dia tidak bersenjata?

Pelapor khusus PBB untuk kasus kejahatan pembunuhan, Christof Heyns, menyampaikan pertanyaan itu kepada BBC. “Apa benar perlu mengeksekusinya di tempat? Persoalannya adalah: dasar hukum resmi, pelintasan perbatasan, masuk sebuah negara berdaulat, padahal perintahnya saat itu jelas—di tempat kalau ada pilihan mestinya tangkap daripada tembak,”kata Heyns.

Osama dan Salah Kaprah “Terorisme”
Hampir semua media massa Barat—baik cetak maupun televisi, kecuali media online yang “melawan arus”—umumnya “satu suara” dalam menjuluki Osama bin Laden sebagai “Gembong Teroris Internasional”. Padahal hingga saat ini,PBB pun bahkan belum berhasil menemukan definisi yang universal dari istilah “terorisme”. Jika “terorisme”semata dipahami sebagi aksi politik yang mengorbankan warga sipil, Osama memang masuk kategori “teroris”,namun jelas bukan “gembong”nya.

Rezim Zionis-Israel yang secara sistematis dan terusmenerus membantai warga sipil Palestina, sangat layak mendapat julukan sebagai “Gembong Teroris Internasional”. Begitu pula mantan Presiden AS George W Bush yang bertanggung jawab atas invasi militerAS diAfghanistan (2001) dan Irak (2002), lebih layak mendapat julukan serupa sebagai “Gembong Teroris Internasional”.

Namun, dua pakar politik internasional asal AS, John J Mearsheimer dan Stephen M Walt, dalam buku mereka yang menjadi the best seller(The Israel Lobby and US Foreign Policy, 2007) bahkan menyebutkan bahwa pengelompokan “terorisme” itu sendiri sudah salah kaprah.Pasalnya,“Terrorism is a tactic and not a unified movement … “ (“Terorisme merupakan sebuah taktik, bukannya sebuah gerakan tunggal”).

AS—khususnya mantan Presiden George W Bush dan para tokoh Neo-Konservatif— menuding Osama dan kelompoknya, Al-Qaeda, sebagai “dalang” runtuhnya menara kembar WTC di New York pada 11 September 2011.Kendati secara ilmiah belum berhasil dibuktikan, opini yang terusmenerus dipompakan ke publik berhasil menjadi “bukti” keterlibatan Osama dan Al- Qaeda dalam Tragedi 911.

Ini kemudian menjadi alat pembenaran bagi invasi militer AS di Afghanistan dan Irak,sekalipun banyak pihak—khususnya kaum intelektual yang berpikiran kritis, seperti Noam Chomsky dan kawan-kawan— bahwa invasi militer tersebut sama sekali tidak terkait dengan soal “terorisme”.

Dunia Islam, Osama dan AS
Tewasnya Osama bin Laden seyogianya dapat membukakan mata dunia bahwa invasi militer AS di Afghanistan (juga Irak) sama sekali tidak terkait dengan masalah “terorisme”. Buktinya, kendati Osama/Al- Qaeda sudah berhasil dilumpuhkan oleh AS,kenyataannya AS belum juga berniat keluar dari Afghanistan dan Irak. Berbagai dalih yang digunakan AS untuk tetap bercokol di Afghanistan dan Irak hanya menegaskan bahwa ada agenda lain mereka—di luar masalah “terorisme”—di kedua negara Islam tersebut.

Melihat adanya “kesinambungan” kebijakan AS terhadap Dunia Islam,mulai era George W Bush hingga Barack Obama sekarang,maka hampir bisa dipastikan tidak akan adanya perubahan yang signifikan dari kebijakan AS sepeninggal Osama bin Laden. Kebijakan AS di Dunia Islam, khususnya terhadap negara-negara Arab, Afghanistan dan Iran, tampaknya tidak ditentukan oleh ada atau tidak adanya Osama bin Laden, tetapi oleh para penguasa di Tel Aviv (Israel).

Setidaknya itu pula yang dilihat John J Mearsheimer dan Stephen M Walt. Kebijakan AS di Dunia Islam, sejak era Bush sampai Obama,cenderung hanya “mengekor” belaka pada Israel.Coba perhatikan,ketika rezim Zionis- Israel terus membangun permukiman Yahudi di tanah Palestina, Obama sama sekali “tak berkutik”.Padahal,jelas bahwa itu merupakan pelanggaran hukum internasional.

Begitu pula dalam kasus penyerangan Zionis-Israel terhadap kapal sipil Mavi Marmara (2010) ataupun sikap mereka terhadap rekonsiliasi Hamas-Fatah (2011). Lantaran Israel “marah” pada rekonsiliasi Hamas-Fatah, AS pun ikut-ikutan “marah”. Sikap AS terhadap Iran pun ditentukan oleh bagaimana cara pandang kaum Zionis- Israel.

Karena Teheran juga bermusuhan dengan rezim Zionis-Israel (beberapa kali Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, misalnya, menyebut Israel akan “lenyap”dari muka bumi), maka AS pun tetap memandang Iran sebagai musuh utama. Jadi, meninggalnya Osama bin Laden tampaknya tidak akan berdampak positif bagi hubungan AS dengan Dunia Islam,kecuali jika AS segera mengakhiri penjajahannya di Afghanistan dan Irak, serta mendukung sepenuhnya proklamasi Negara Palestina Merdeka.●

Dimuat di Seputar Indonesia, 12 Mei 2011

0 Responses to “Relasi AS dan Dunia Islam”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Joint at Milist AIPI

Publikasi-Publikasi AIPI
















Jejak Pengunjung

Kalender

May 2011
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

%d bloggers like this: