Berlomba Jadi Capres 2014

Oleh: Prof. Dr. Ikrar Nusa Bhakti
Profesor Riset Bidang Intermestic Affairs LIPI
dan Ketua II PP AIPI Periode 2008-2011.

PEMILIHAN umum presiden masih empat tahun lagi.Namun sudah ada politisi senior dan yunior yang mulai menampakkan keinginannya untuk menjadi calon presiden (capres).

Di antara politisi senior yang mulai aktif berkampanye antara lain Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie, Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional Hatta Rajasa,dan Ketua Umum Nasional Demokrat Surya Paloh. Selain ketiga orang tersebut,Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum juga disebut-sebut sebagai salah seorang yang potensial menjadi capres.

Ada pula nama teknokrat bukan politisi yang memiliki kesempatan untuk menjadi capres, yakni mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Para capres tentunya memiliki pendukung tersendiri. Mereka juga memiliki kekuatan dan kelemahan masing-masing. Aburizal Bakrie adalah orang yang dari segi politik dan uang paling kuat. Ical, panggilan akrab Aburizal Bakrie, adalah Ketua Umum DPP Partai Golkar, partai nomor dua terbesar di Indonesia saat ini yang mungkin saja bangkit kembali menjadi partai terbesar pada Pemilu 2014.

Ical bukan hanya akan didukung mesin partai yang kuat, melainkan juga tenaga profesional andal yang berasal dari kalangan swasta.Dengan kekuatan ekonomi dan politik,Ical mungkin saja dapat memiliki kesempatan yang jauh lebih baik sebagai bagian dari pemasaran politiknya. Ical adalah juga raja media televisi yang bisa saja menggunakan media yang dimilikinya itu sebagai corong kampanye.

Namun Ical juga memiliki paling tidak dua titik lemah yang sulit ditutup-tutupi. Pertama, soal lumpur Lapindo yang tak kunjung terselesaikan. Citra politiknya selama ini kurang baik,kalau tidak dapat dikatakan buruk, di mata orang-orang Sidoarjo, khususnya mereka yang menjadi korban lumpur Lapindo.Kedua, masalah pajak perusahaan-perusahaan yang dimiliki keluarga Bakrie. Hatta Rajasa juga calon yang mulai pasang iklan di berbagai media televisi untuk mendongkrak popularitasnya.

Alumnus ITB ini bukan saja seorang pengusaha di bidang tambang yang ulet, tetapi juga politisi yang amat sabar dan lembut nada katanya.Hatta termasuk anggota kabinet yang berpengalaman. Dengan materi yang dimilikinya, Hatta dapat menggunakan kekuatan ekonomi tersebut untuk kampanye politik. Namun,sayangnya,Hatta hanya didukung oleh PAN yang sampai detik ini masih berupaya keras untuk tetap eksis.

PAN termasuk partai kecil yang berupaya keras membatasi peningkatan parliamentary threshold dari 2,5% menjadi 3% dan menolak dinaikkan menjadi 5% seperti yang diusulkan partai-partai besar seperti Partai Golkar,Partai Demokrat,dan PDIP. Salah seorang anggota Partai Golkar yang kini sedang bergairah keliling Indonesia mengembangkan sayap ormas Nasional Demokrat adalah Surya Paloh.Gaya pidatonya mirip dengan almarhum Bung Karno.

Suaranya menggelegar. Kepak tinju tangannya juga begitu kokoh.Surya Paloh kini bukan saja rajin membangun sayap Nasional Demokrat ke berbagai wilayah Indonesia, melainkan juga menjadikan dirinya sebagai salah satu calon kuat presiden 2014. Namun, Surya tidak atau belum memiliki partai atau gabungan partai yang akan mengusungnya sebagai calon presiden pada 2014. Nasional Demokrat masih merupakan organisasi kemasyarakatan dan belum menjadi partai politik.

Namun kekuatan Nasional Demokrat ialah para aktivisnya berasal dari lintas partai yang dapat saja bahu-membahu mendukung bosnya. Namun sebaliknya pula dukungan lintas partai ini juga bisa menjadi titik lemah karena loyalitas para anggota Nasional Demokrat tentu mendua. Politisi termuda yang disebutsebut sebagai capres ialah Anas Urbaningrum. Ketua Umum DPP Partai Demokrat ini sedang naik daun.

Dalam karier politiknya yang tidak terlalu lama di dalam Partai Demokrat, dia mampu menjadi ketua umum. Usianya yang masih muda, sikapnya yang santun,dan dukungan dari para alumnus HMI menjadi kekuatan Anas Urbaningrum. Namun ada juga titik lemahnya.Pertama, keputusan Partai Demokrat untuk menerima komisioner KPU sebagai salah seorang pengurus partai telah sempat mencoreng diri dan partainya.

Sejak terpilih menjadi Ketua Umum DPP Partai Demokrat juga tidak terlihat kecanggihan Anas dalam memimpin partai.Suka atau tidak, dia masih berada di bawah bayang-bayang Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat yang adalah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kita masih menantikan apa saja gebrakan Anas sebagai ketua umum partai dalam tiga tahun mendatang.

Jika ada sesuatu gebrakan yang mengagumkan, bukan mustahil Anas akan diperhitungkan sebagai capres yang andal. Sosok nonpolitisi yang masih muda dan mengagumkan adalah Sri Mulyani Indrawati. Mantan Menteri Keuangan yang amat konsisten dengan pendiriannya ini adalah sosok yang tegas dan memukau banyak kalangan muda yang menginginkan bangkitnya ekonomi Indonesia.

Dosen Fakultas Ekonomi UI ini mendapatkan dukungan dan kehormatan yang begitu besar dari kalangan akademisi, pelaku ekonomi, pengamat politik, dan Facebookers saat dia menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Menteri Keuangan. Pemilik suara merdu ini adalah orang yang amat tegar walau akhirnya tak tahan menitikkan air mata saat acara perpisahan dengan para pendukungnya dan insan pers. Namun,titik lemah Sri Mulyani terletak pada anggapan miring bahwa dia adalah pendukung aliran neolib, entah apa pun maknanya.

Terlepas dari aliran ekonomi yang dianutnya, Sri Mulyani adalah sosok perempuan yang pantas untuk diperhitungkan sebagai capres yang bersih,berani,dan punya kekuatan moril untuk membangun negeri ini.Sri Mulyani adalah orang yang dikorbankan dalam kasus Bank Century. Dia memiliki segudang pengalaman sebagai pengelola negara yang amat jujur dan konsisten pendiriannya.

Titik lemah lainnya ialah Sri kadang terlalu yakin akan dirinya tanpa memperhitungkan permainan politik yang dilakukan politisi yang menginginkan dia keluar dari kabinet. Jika diberi kesempatan, bukan mustahil Sri Mulyani adalah capres yang paling jujur, berani, kompeten, dan paling memiliki visi bagi masa depan bangsa.Tinggal adakah partai atau gabungan partai yang mau melamarnya atau mendukungnya.

Jika partai itu memilih memperbaiki Indonesia, pasti Sri Mulyani akan mendapatkan dukungan yang berarti. Kita belum tahu apakah mereka yang penulis sebutkan di atas akan benar-benar menjadi capres. Kita juga belum tahu apakah para pembuat opini publik melalui survei juga sudah memperhitungkan para capres ini.Kita juga berharap masih banyak orang yang akan muncul menjadi capres pada 2014 mendatang. Dari 240 juta penduduk Indonesia,pasti banyak tokoh yang mampu memimpin Indonesia jauh lebih baik dari pemimpin yang ada saat ini.(*)

Dimuat di Seputar Indonesia, 31 Agustus 2010

2 Responses to “Berlomba Jadi Capres 2014”


  1. 1 rizky August 31, 2010 at 12:14 pm

    Prabowo dan Sri mulyani bisa jadi duet maut pak, yang satunya ekonomi kerakyatan berbasis pertanian, yang satunya neoliberal pro World Bank, seru tuh Pak…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Joint at Milist AIPI

Publikasi-Publikasi AIPI
















Jejak Pengunjung

Kalender

August 2010
M T W T F S S
« Jul   Sep »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

%d bloggers like this: