Diskusi Publik Terbatas “Ekonomi Politik Indonesia Pasca-Skandal Century”.

Pengurus Pusat Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (PP AIPI) bekerja sama dengan Pusat Penelitian Politik (P2P LIPI), pada tanggal 7 Juli 2010 mengadakan diskusi terbatas dengan tema “Ekonomi Politik Indonesia Pasca-Skandal Century”. Acara yang bertempat di Ruang Seminar P2P LIPI, Lt. 11 menghadirkan dua pembicara, yakni Dr. Hendri Saparini (Direktur ECONIT), Moch. Nurhasim, S.IP, M.Si (Peneliti P2P LIPI). Dan yang bertindak sebagai moderator adalah Dr. Alfitra Salamm, APU (Ketua Harian PP AIPI).

Acara ini dihadiri oleh pengurus serta anggota Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI), peneliti Pusat Penelitian Politik (P2P LIPI) serta undangan dari lembaga-lembaga lain. Acara diskusi ini merupakan acara diskusi bulanan yang diselenggarakan AIPI bekerjasama dengan P2P LIPI.

Pembicara pertama, Dr. Hendri Saparini menilai bahwa perekonomian Indonesia akan terpasung bila kasus Bank Century belum terselesaikan, terlebih pemerintah dan penegak hukum belum menindaklanjuti rekomendasi DPR atas kasus tersebut. Selain itu, kasus Century menyebabkan ketidakpercayaan publik terhadap Bank Indonesia dan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah, terutama di bidang ekonomi. Berlarut-larutnya masalah ini juga akan mengganggu hubungan antara DPR dengan pemerintah. Dalam hal ini, pemerintah (presiden) diminta mengambil keputusan tegas, dan jangan membiarkan masalah ini berlarut-larut tanpa ada penyelesaian.

Peneliti dari P2P LIPI, Moch Nurhasim mengatakan, kasus Bank Century berdampak terhadap politik di Indonesia. Kasus Century tidak murni merupakan isu ekonomi, tetapi kental dengan nuansa politik. Moch. Nurhasim melihat, dengan adanya kasus Century ini, masyarakat terpecah dalam empat kelompok, yakni kelompok masyarakat yang tidak percaya dengan kebijakan pemerintah, kelompok yang percaya dan ragu-ragu, sehingga mereka yang mencari keuntungan. Ada pula kelompok masyarakat yang mendukung kebijakan pemerintah sesuai dengan situasi politik dan sistem pemerintahan serta kelompok koalisi atau partai koalisi.

Salah satu peserta diskusi menekankan bahwa agar AIPI dan P2P sebagai lembaga yang berbasiskan akademisi dapat memberikan rekomendasi atau policy paper, terhadap kasus Century. Lebih jauh, mungkin AIPI dan P2P juga bisa memberikan rekomendasi-rekomendasi atau kontribusi strategis lainnya untuk kemajuan politik Indonesia. (Prayogo)

Tulisan yang sama

2 Responses to “Diskusi Publik Terbatas “Ekonomi Politik Indonesia Pasca-Skandal Century”.”


  1. 1 ivan ahda February 8, 2015 at 10:36 am

    Maaf pak, kalo boleh tahu contact person ibu Dr.Hendri Saparini apa ya?

  2. 2 masula May 7, 2015 at 2:55 pm

    assalamualaikum, pak klau boleh tau email ibu hendri saparini apa ya?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Joint at Milist AIPI

Publikasi-Publikasi AIPI
















Jejak Pengunjung

Kalender

July 2010
M T W T F S S
« Jun   Aug »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

%d bloggers like this: