Perombakan Kabinet, Perlukah?

Oleh: Prof. Dr. Syamsuddin Haris
Kepala Pusat Penelitian Politik LIPI dan Sekjen PP AIPI

Wacana perombakan kabinet kembali memanaskan suhu politik nasional menyusul keluarnya hasil evaluasi Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) tentang kinerja para menteri Kabinet Indonesia Bersatu II. Ketua UKP4 Kuntoro Mangkusubroto membenarkan kinerja buruk beberapa kementerian karena tidak sesuai target yang dicanangkan sebelumnya. Sejauh mana urgensi perombakan kabinet, mengapa Partai Golkar begitu ”bersemangat”?

Beberapa waktu lalu wacana serupa pernah kencang bergulir ketika Panitia Khusus Angket DPR terkait skandal bail out Bank Century tengah menyelesaikan tugasnya. Para elite Partai Demokrat waktu itu mendesak Presiden Susilo Bamang Yudhoyono agar “menendang” partai-partai koalisi dari KIB II jika tetap ngotot menyalahkan pemerintah dalam kasus Century. Namun, seperti diketahui, meskipun DPR akhirnya secara institusi menyatakan bahwa proses penalangan Century bermasalah dan ada indikasi pelanggaran hukum, Presiden Yudhoyono ternyata memilih “berkompromi” dengan parpol koalisi.

Alih-alih mencopot menteri dari parpol koalisi yang dianggap mbalelo, demi harmoni relasi dengan parpol koalisi, Yudhoyono justru membiarkan Menteri Keuangan Sri Mulyani mundur dari KIB II dan menerima tawaran sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia. Menteri Keuangan terbaik Asia versi Emerging Market (2006) tersebut akhirnya menjadi “tumbal” pemulihan relasi antara Yudhoyono dan parpol koalisi yang kemudian diformalkan melalui Sekretariat Gabungan yang turut dipimpin Aburizal Bakrie (Golkar) sebagai ketua harian.

Persaingan Internal Koalisi
Sejauh ini tiga kementerian disinyalir berkinerja buruk alias memiliki ”rapor merah”, yakni Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Komunikasi dan Informasi, serta Kementerian Pekerjaan Umum. Problematiknya dua posisi menteri yang disebut pertama dijabat oleh kader parpol koalisi, yakni Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar, dan Menteri Kominfo Tifatul Sembiring.

Ketika belum begitu jelas apakah evaluasi UKP4 akan berujung pada perombakan kabinet atau tidak, secara premateur Ketua DPP Golkar Priyo Budi Santoso mendesak Presiden Yudhoyono agar tidak ragu-ragu merombak kabinet jika rapor menterinya “jeblok”. Dukungan dan desakan Golkar tampaknya terkait posisi strategis Aburizal Bakrie sebagai Ketua Harian Setgab Koalisi, sehingga partai beringin berharap memperoleh peluang menambah jumlah menteri dari Golkar dalam KIB II apabila ada menteri dari parpol koalisi yang akhirnya dicopot oleh Yudhoyono.

Apabila hasil evaluasi UKP4 benar-benar menjadi dasar bagi Presiden Yudhoyono dalam merombak kabinet, tarik-menarik kepentingan internal koalisi bisa jadi akan bertambah tajam dan berdampak pada harmoni relasi yang relatif sudah terbangun saat ini. Karena itu tidak mengherankan jika elite PAN dan PKS meminta klarifikasi atas evaluasi UKP4. Sekjen PKS Anis Matta bahkan meminta agar Golkar tidak mendorong isu perombakan kabinet yang justru bisa mengganggu kinerja para menteri KIB II.

Ujian bagi Yudhoyono
Sesuai konstitusi, perombakan kabinet adalah otoritas penuh Presiden Yudhoyono. Sebagai unit kerja yang sengaja dibentuk untuk membantu Presiden, otoritas UKP4 hanya sebatas memberi saran kepada Yudhoyono mengenai kinerja kementerian. Hasil kerja UKP4 tidak terkait langsung dengan masalah perombakan kabinet. Hanya saja Golkar melihat hal ini sebagai peluang untuk merebut kekuasaan lebih besar bagi partai beringin.

Posisi istimewa Aburizal sebagai pimpinan Setgab koalisi bersama-sama dengan Yudhoyono sangat merisaukan parpol koalisi lainnya. Kedudukan Aburizal tentu memberi peluang besar baginya untuk berkomunikasi secara lebih intens dan leluasa dengan Yudhoyono ketimbang pimpinan parpol koalisi yang lain. Apalagi, seperti dikemukakan di atas, Yudhoyono bahkan sudi mengorbankan menteri terbaiknya, Sri Mulyani, demi menjaga harmoni relasi dengan Golkar dan Aburizal Bakrie.

Oleh karena itu, apa dan bagaimana Presiden Yudhoyono menyikapi wacana perombakan kabinet yang diusung oleh Golkar tampaknya sangat menentukan arah dan masa depan Setgab koalisi. Artinya, jika Yudhoyono akhirnya merombak kabinet dengan mengorbankan menteri dari PAN atau PKS, harmoni koalisi tentu akan berakhir. Sebaliknya, apabila hasil evaluasi UKP4 tidak menjadi dasar bagi Presiden dalam merombak kabinet, maka Golkar akan menggugat keberadaan unit kerja yang dipimpin oleh Kuntoro Mangkusubroto tersebut. Dengan demikian ini sekaligus akan menjadi ujian bagi Yudhoyono, apakah bisa mengontrol Golkar, atau justru sebaliknya.

Belum Waktunya
Dari segi waktu, perombakan kabinet ketika pemerintah baru bekerja satu semester tentu tidak tepat. Sebagian menteri KIB II, apalagi yang baru seperti Patrialis Akbar dan Tifatul Sembiring, mungkin baru pada tahap mengenali bidang tugas dan tanggung jawab mereka sebagai menteri. Karena itu evaluasi menyeluruh atas kinerja para menteri semestinya dilakukan pada Oktober 2010 mendatang, yakni ketika kabinet genap berumur satu tahun.

Selain itu tolok ukur evaluasi kinerja oleh UKP4 semestinya dibuka secara publik agar perombakan kabinet, kalaupun harus dilakukan, tidak semata-mata bersifat politik, tetapi benar-benar atas dasar kinerja para menteri bersangkutan. Pengalaman buruk beberapa kali perombakan KIB I (2004-2009) yang esensinya tak lebih dari sekadar ”tukar tempat” antarparpol sebaiknya dihindari oleh Presiden Yudhoyono.

Di atas segalanya, keberhasilan dan kegagalan KIB II sangat ditentukan oleh ada atau tidaknya perubahan kepemimpinan Yudhoyono sendiri. Toh, baik buruknya kinerja para menteri dalam skema presidensial pada dasarnya merupakan refleksi keberhasilan dan kegagalan kepemimpnan Presiden.

(Dimuat dalam Kompas, 15 Juli 2010)

0 Responses to “Perombakan Kabinet, Perlukah?”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Joint at Milist AIPI

Publikasi-Publikasi AIPI
















Jejak Pengunjung

Kalender

July 2010
M T W T F S S
« Jun   Aug »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

%d bloggers like this: