Menyongsong Kongres Nasional III PDIP

Oleh: Ikrar Nusa Bhakti
Profesor Riset Bidang Intermestic Affairs LIPI

HARI ini hingga Jumat, 6–9 April 2010,Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) melangsungkan Kongres Nasional III di Hotel Inna Grand Bali Beach Hotel,Sanur,Denpasar, dengan tema “Berjuang untuk Kesejahteraan Rakyat”.

Kongres tersebut akan diamati oleh banyak kalangan, mulai dari anggota partai, simpatisan, partaipartai politik lain di Indonesia, pengamat dalam dan luar negeri,para wartawan,dan tentunya sebagian diplomat asing yang bertugas di Indonesia. Pengamatan ini menjadi amat penting karena hingga kini PDIP adalah satu-satunya partai politik besar di Tanah Air yang tetap memosisikan dirinya sebagai partai penyeimbang pemerintah. Persoalan struktur partai,sikap politik PDIP dalam lima tahun ke depan, dan program-program partai berlambang banteng gemuk moncong putih yang siap menanduk ini tentunya merupakan salah satu bagian penting yang perlu diamati.

Dinamika internal PDIP yang bukan hanya diwarnai oleh riak-riak gelombang pertarungan kepentingan antarelite partai di tingkat pusat, melainkan juga dinamika dukungan massa akar rumput (grassroot) merupakan suatu dinamika politik yang juga layak untuk diamati dan dikaji.

Tema Kongres
Sebelum membahas apa saja yangakandidiskusikanpadakongres tersebut,ada baiknya kita mengkaji terlebih dahulu apa makna dari tema KongresNasionalIII,yaitu “Berjuang untuk Kesejahteraan Rakyat”.Tema itu terasa amat klise.Namun,tema Kongres PDIP ini menjadi amat penting untuk diimplementasikan oleh jajaran pimpinan, kader, dan simpatisan partai agar keberadaan PDIP benar-benar dirasakan rakyat banyak,khususnya wong cilik. Persoalannya ialah bagaimana PDIP dapat mengomunikasikan kepada rakyat Indonesia apa-apa saja yang sedang diperjuangkan oleh partai ini demi kesejahteraan rakyat?

Apa pula bedanya perjuangan sebagai partai penyeimbang dan partai-partai pemerintah? Pertanyaan ini menjadi amat penting untuk diajukan karena selama ini rakyat berpandangan bahwa hanya partai atau koalisi partai yang sedang memerintah saja yang dapat memberikan kesejahteraan kepada rakyat.Padahal kita tahu,kesejahteraan rakyat itu diberikan oleh pemerintah kepada rakyat dalam bentuk kebijakan negara.Kebijakan politik itu merupakan hasil dari proses politik,baik di tingkat legislatif maupun eksekutif. Partai oposisi atau gabungan partai oposisi juga dapat memperjuangkan kesejahteraan rakyat melalui proses legislasi perundangundangan yang digodok di DPR atau DPRD.

Selain itu, melalui rapat kerja dengan instansi pemerintah, partai politik juga dapat mengusulkanperbaikanatauperubahan program-program pembangunan yang diimplementasikan oleh pemerintah. Melalui pendidikan politik yang menjelaskan proses politik inilah rakyat akan semakin melek politik, khususnya mengenai pentingnya keberadaan partai oposisi sebagai penyeimbang pemerintahan. Fungsi partai sebagai mekanisme agregasi kepentingan dan artikulasi kepentingan publik menjadi sesuatu yang amat penting. Dalam kaitan ini pula persoalan rekrutmen politik juga patut dipahami oleh semua unsur partai dan masyarakat.

Selain itu,partai politik juga dapatmenjalankanprogram- program partai yang langsung dapat dirasakan masyarakat. Program tersebut sepatutnya dilaksanakan partaipartai politik sepanjang masa, bukan hanya menjelang pemilu atau ulang tahun partai tersebut. Ini agar rakyat merasakan adanya partai politik di tengah mereka.

Komisi Program
Komisi program bukan hanya melulu membicarakan bagaimana partai semakin mengembangkan sayap-sayap partai demi menambah jumlah kader atau pendukung partai,melainkan juga bagaimana prinsip Trisakti, yaitu independen di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian di dalam pengembangan budaya bangsa,dapat diimplementasikan dalam bentuk nyata.

Perdebatan di dalam komisi ini tampaknya bukanlah sesuatu yang sulit atau menimbulkan dinamika politik yang panas di internal partai. Namun, tanpa adanya keseriusan di dalam pelaksanaan program-program tersebut pascakongres, apa yang dihasilkan pada Kongres Nasional III PDIP ini hanya akan menjadi slogan-slogan kosong tanpa makna. Persoalan siapa yang akan menjadi Ketua Umum DPP PDIP periode 2010–2015 tampaknya sudah bukan lagi menjadi tanda tanya besar karena dapat dipastikan bahwa secara aklamasi Megawati Soekarnoputri akan terpilih kembali.

Persoalan hangat yang akan muncul ialah apakah akan dibentuk posisi Wakil Ketua Umum DPP PDIP yang berfungsi sebagai Ketua Harian DPP PDIP? Ini penting agar proses regenerasi atau suksesi kepemimpinan di PDIP pada lima tahun mendatang dapat berjalan baik. Megawati akan tetap dipilih menjadi ketua umum partai bukan karena persoalan kultus individu, melainkan karena hingga saat ini hanya Megawati yang dipandang dapat memainkan peran positif untuk menjaga soliditas partai.PDIP atau pendahulunya PDI merupakan partai hasil fusi politik 1973 yang merangkum partai-partai nasionalis dan partai-partai berhaluan agama non-Islam.Konflik internal adalah fenomena yang selalu terjadi di tubuh partai ini.

Karena itu, sosok seorang pemimpin yang mumpuni dan dapat merangkul semua pihak dengan legitimasi politik kuat hanya dimiliki oleh Megawati. Namun PDIP perlu memikirkan siapa yang akan dimunculkan sebagai pemimpin partai masa depan. Proses peremajaan pada tingkat elite politik di PDIP menjadi suatu keniscayaan jika partai ini ingin tetap mendapatkan dukungan dari generasi baru pemilih. Persoalan lain yang juga akan hangat dibahas pada komisi organisasi ialah apakah akan dibentuk Majelis Pertimbangan Ideologi. Ideologi partai ini tetap Pancasila, khususnya Pancasila 1 Juni 1945 yang dipidatokan Bung Karno saat lahirnya Pancasila.Namun, bagaimana pula dengan Pancasila 22 Juni 1945 yang melahirkan Piagam Jakarta dan Pancasila 18 Agustus 1945 yang termaktub di dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945?

Memang ada perbedaan penekanan pada ketiga Pancasila tersebut. Pancasila 1 Juni lebih menekankan asas kebangsaan sebagai sila pertama,sementara Pancasila 22 Juni dan 18 Agustus menekankan asas ketuhanan sebagai sila pertama ditambah dengan rentetan kata “dengan kewajiban menjalankan syariat-syariat Islam bagi para pemeluknya” pada Piagam Jakarta (Pancasila 22 Juni 1945). Asas kebangsaan jauh lebih kuat ketimbang sila Persatuan Indonesia karena persatuan Indonesia dapat saja dipertahankan melalui caracara represif, sedangkan melalui asas kebangsaan,bukan saja persatuan Indonesia dapat dijaga secara alamiah, melainkan juga kemungkinan Indonesia menjadi negara agama ditiadakan.

Sejak awal Bung Karno selalu menekankan bahwa negara Indonesia yang kita bangun adalah negara kebangsaan,bukan negara agama atau negara etnik. Persoalan yang paling pelik dan hangat didiskusikan tentunya ada pada Komisi Politik.Pada komisi ini bukan saja persoalan ideologi partai atau PDIP sebagai partai ideologi yang akan dibahas, melainkan juga apakah PDIP akan masuk ke dalam koalisi atau tetap mempertahankan posisinya sebagai partai penyeimbang pemerintah. Dikotomi antardua kelompok ini akan amat dinamis walaupun tampaknya akan tetap dimenangi kelompok puritan di dalam partai yang menginginkan PDIP tetap menjadi partai oposisi sampai 2014.

Hal terpenting ialah jangan sampai perbedaan di antara kelompok pragmatis dan kelompok ideologis ini akan menimbulkan perpecahan internal partai. PDIP harus belajar dari pengalaman Kongres I dan II yang memunculkan sempalan partai mendirikan partai baru.Adalah lebih cantik jika justru pada Kongres Nasional III ini mereka yang dulu berseberangan dengan PDIP dirangkul kembali atau menyatu kembali ke dalam partai.Hanya dengan persatuan, PDIP akan menjadi semakin kuat.Selamat berkongres.(*)

Sumber: Seputar Indonesia, 6 April 2010

0 Responses to “Menyongsong Kongres Nasional III PDIP”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Joint at Milist AIPI

Publikasi-Publikasi AIPI
















Jejak Pengunjung

Kalender

April 2010
M T W T F S S
« Mar   May »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

%d bloggers like this: