Regenerasi Pimpinan Partai

Oleh: Prof. Dr. Maswadi Rauf
Guru Besar Ilmu Politik FISIP Universitas Indonesia

Dalam waktu dua bulan ke depan,dua dari tiga partai politik terbesar di Indonesia akan menyelenggarakan kongres partai.Kedua partai itu adalah PDI Perjuangan (PDIP) dan Partai Demokrat.

Kongres tersebut mempunyai arti yang lebih penting dibandingkan kongres-kongres sebelumnya karena kongres kali ini merupakan uji coba bagi kemampuan pimpinan kedua partai untuk melakukan regenerasi pimpinan partai. Yang dimaksud dengan regenerasi adalah proses peralihan pimpinan partai dari generasi tua ke generasi yang lebih muda. Meskipun merupakan proses alamiah, alih generasi di bidang politik sering kali menghadapi masalah. Salah satu masalah terpenting adalah tidak adanya tokohtokoh dari generasi baru yang dianggap layak menggantikan tokoh dari generasi tua. Halangan tidak selalu berasal dari tidak adanya keinginan tokoh generasi tua untuk mundur, tetapi lebih pada kesulitan mencari tokoh baru yang mendapat dukungan seluas seperti yang diberikan kepada tokoh tua.

Oleh karena itu, para elite partai “terpaksa” sepakat untuk tetap mempertahankan tokoh tua tersebut karena mereka tidak punya pilihan lain. Memang ada perbedaan proses regenerasi dalam tubuh PDIP dan Demokrat. Megawati sebagai Ketua Umum PDIP menghadapi masalah usia dan lamanya masa jabatan sebagai ketua umum yang dia pangku. Sebenarnya tidak ada yang menghambat Megawati untuk terus menjadi Ketua Umum PDIP kecuali kejenuhan Megawati sendiri sebagai ketua umum. Oleh karena itu, regenerasi Ketua Umum PDIP lebih banyak ditentukan Megawati sendiri. Kasus Demokrat menunjukkan masalah yang berbeda.Pemimpin yang paling berpengaruh dalam Partai Demokrat adalah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menjabat sebagai ketua dewan pembina.

Kebutuhan regenerasi di kalangan elite Demokrat disebabkan oleh tidak adanya lagi kesempatan bagi SBY untuk menjadi Presiden RI pada periode berikutnya karena dia sudah memangku jabatan tersebut selama dua periode. Oleh karena itu, pada 2014 nanti Demokrat harus mampu menampilkan seorang tokoh (kemungkinan Ketua Umum Demokrat) yang akan menjadi calon presiden (capres) dalam Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2014.

Kasus PDIP
Megawati sudah menjabat sebagai Ketua Umum PDIP selama puluhan tahun semenjak masa Orde Baru. Dilihat dari kebutuhan regenerasi,sudah selayaknya PDIP mencari ketua umum yang baru yang berasal dari generasi muda. Memegang sebuah jabatan dalam waktu yang lama membuat pemangku jabatan tersebut tidak lagi mempunyai sensitivitas terhadap masalah-masalah yang berkembang di dalam partai sehingga pemimpin tersebut cenderung menganggap pendapatnya selalu benar dan pendapat pihak lain yang berbeda dengan pendapatnya selalu salah.Kecenderungan ini sudah merupakan dalil dalam dunia politik yang berlaku bagi siapa saja dan di dalam masyarakat mana pun. Namun, kelihatannya, sampai sekarang belum terlihat calon pengganti Megawati yang pasti.

Tidak ada di antara orang-orang dekat Megawati yang menonjol sehingga berpotensi menggantikan Megawati.Yang ada sekarang adalah sejumlah tokoh muda yang lebih kurang setara dan tidak memiliki dukungan yang merata di kalangan elite politik PDIP di pusat dan di daerah. Sampai sekarang tidak ada yang berani mencalonkan diri sebagai pengganti Megawati kecuali Guruh Soekarnoputera yang tidak lain adalah adik kandung Megawati.Susahnya lagi, yang berani mencalonkan diri dianggap sebagai lawan Megawati sehingga tidak mungkin orang-orang dekat Megawati akan mencalonkan diri sebagai pengganti Megawati. Dapat diperkirakan Megawati akan terpilih sekali lagi sebagai Ketua Umum PDIP dalam kongres yang akan datang.

Namun yang perlu diperhatikan Megawati sebagai Ketua Umum PDIP dalam masa lima tahun mendatang adalah perlu ditempatkannya ke dalam Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP sejumlah tokoh lebih muda berbakat dan memiliki keterampilan yang baik untuk menjadi pemimpin masa depan PDIP.Malah Megawati perlu mempersiapkan satu tokoh yang akan menjadi Ketua Umum PDIP setelah masa jabatannya selesai lima tahun mendatang.Tokoh ini dilatih dan dididik sebagai pemimpin dengan melibatkannya dalam jajaran struktur partai dan proses pengambilan keputusan partai. Oleh karena itu perlu dipikirkan jabatan Wakil Ketua Umum PDIP yang merupakan kader yang berpotensi menggantikan Megawati.Keberhasilan Megawati sebagai pemimpin ditentukan antara lain oleh kemampuannya mempersiapkan tokoh-tokoh muda sebelum dia mundur sepenuhnya dari jabatannya.

Kasus Demokrat
Di atas sudah disinggung bahwa keperluan regenerasi pimpinan Partai Demokrat disebabkan oleh tertutupnya kemungkinan bagi SBY untuk dicalonkan menjadi Presiden RI pada Pilpres 2014.Mau tidak mau Demokrat harus memunculkan seorang tokoh yang dianggap layak menjadi capres. Proses penentuan capres harus dimulai dari sekarang.Para pimpinan Demokrat harus menyadari betul pentingnya Kongres Demokrat pada bulan Mei yang akan datang karena Ketua Umum Demokrat seharusnya adalah juga capres yang akan diajukan dalam Pilpres 2014.

Diperkirakan SBY masih akan menduduki jabatan sebagai ketua dewan pembina karena keberadaan SBY tidak bisa dipisahkan dari Demokrat. Bila SBY tidak bisa lagi dicalonkan, beban terletak pada pundak Kongres Demokrat untuk menentukan capres tersebut. Dapat diperkirakan pengaruh SBY akan berperan besar dalam menentukan siapa yang akan terpilih sebagai Ketua Umum Demokrat yang baru.Oleh karena itu, calon yang akan terpilih sebagai Ketua Umum Demokrat nanti adalah orang yang mendapat restu SBY. Tanpa restu itu, sulit bagi seorang calon untuk memperoleh kemenangan. Restu SBY akan ditentukan oleh kedekatan calon dengan SBY.

Dalam proses penentuan dan pemilihan Ketua Umum Demokrat, seharusnya SBY juga mempertimbangkan kemungkinan Ketua Umum Demokrat menjadi capres dalam Pilpres 2014 sehingga tokoh yang akan dipilih oleh SBY untuk menjadi Ketua Umum Demokrat 2010–2015 haruslah seorang yang layak menjadi capres dalam Pilpres 2014.

Kultur Politik
Peranan menentukan yang dimainkan beberapa tokoh dalam dunia politik Indonesia adalah produk dari budaya politik yang berkembang di dalam masyarakat Indonesia. Budaya politik itu adalah patrimonialisme, yaitu paham yang beranggapan bahwa seorang bapak (dalam kasus Megawati: seorang ibu) mendapatkan dukungan masyarakat karena daya tarik (karisma) yang dimilikinya sehingga dia didukung untuk memimpin dengan kepercayaan yang amat besar.

Kepercayaan yang amat besar ini membuat pandangan yang dianut oleh pemimpin selalu benar dan setiap orang diminta untuk mematuhi apa pun yang diputuskan oleh sang pemimpin. Dalam patrimonialisme, seorang pemimpin tidak mempunyai pesaing dan kritik tidak layak ditujukan kepada pemimpin. Bangsa Indonesia tidak bisa mengabaikan budaya tersebut.Memang idealnya pemimpin muncul secara demokratis berupa persaingan di antara sesama pemimpin sehingga pemimpin yang terbaiklah yang akan tampil sebagai pemimpin tertinggi. Pemimpin yang demokratis harus rela menerima kritik.Namun budaya patrimonialisme tersebut tidak dapat dihilangkan dalam waktu yang pendek. Barangkali diperlukan beberapa puluh tahun lagi untuk bisa menghilangkannya.

Oleh karena itu, yang perlu dilakukan dalam proses pemilihan Ketua Umum PDIP dan Demokrat adalah mengambil manfaat yang sebesar-besarnya dari budaya patrimonial yang ada. Pemimpin karismatis seperti Megawati dan SBY seharusnya dapat menggunakan kewenangan yang mereka peroleh untuk mengembangkan partai masing-masing dengan memilih kader-kader terbaik untuk berkiprah di dalam partai dalam rangka mempersiapkan mereka sebagai pemimpin masa depan.Kewenangan itu harus digunakan untuk menunjuk kader terbaik yang didukung elite partai. Memilih calon pengganti dari anggota keluarga sendiri bukanlah pilihan yang tepat karena akan menimbulkan masalah baru.

Kelihatannya tidak dapat dihindari bahwa Megawati dan SBY harus mengurangi peranannya secara bertahap sehingga dalam satu atau dua masa jabatan berikutnya kedua tokoh itu menghilang dari elite partai. Dalam masa transisi tersebut kedua tokoh tadi masih perlu berada di dalam partai untuk mempertahankan keutuhan partai.(*)

Sumber: Seputar Indonesia, 5 April 2010

0 Responses to “Regenerasi Pimpinan Partai”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Joint at Milist AIPI

Publikasi-Publikasi AIPI
















Jejak Pengunjung

Kalender

April 2010
M T W T F S S
« Mar   May »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

%d bloggers like this: