Perimbangan Kekuatan Ekonomi dan Militer RRC-AS

Oleh: Prof. Dr. Juwono Sudarsono
Guru Besar Universitas Indonesia

Belum lama ini berbagai media memberitakan bahwa produk domestik bruto (PDB) Republik Rakyat China (RRC) sebesar USD4,7 triliun telah melampaui PDB Jepang (USD4,5 triliun).

PDB Amerika Serikat (AS) yang sekarang adalah USD15 triliun. Kajian akademis dan pengamat bisnis memperkirakan PDB RRC yang pada 2000 mencakup 11% PDB dunia akan meraih 40% PDB dunia pada 2040.PDB AS yang pada 2000 sebesar 22% PDB dunia, pada 2040 diperkirakan hanya akan menjadi 14% saja dari PDB dunia. Perbandingan tentang kekuatan ekonomi RRC dan AS telah melahirkan ramalan bahwa pergeseran kekuatan militer pun akan bergeser dari dominasi AS ke keunggulan RRC, khususnya di Asia Pasifik.Pada 2030 akan terjadi pergeseran “kekuatan cerdas” (ekonomi) RRC yang mendorong “kekuatan keras” (militer) yang memperkuat “kekuatan lunak” (politik/ diplomasi).

Bagaimana menakar kekuatan ekonomi dan militer kedua negara 30 tahun mendatang? Dengan PDB hampir USD5 triliun, anggaran pertahanan RRC tahun 2010 berkisar antara USD90–100 miliar.Adapun dengan PDB USD15 triliun, anggaran pertahanan AS hanya USD660 miliar. Di balik angka-angka PDB dan anggaran pertahanan itu, ada benang merah yang jarang dibahas kalangan pengamat ekonomi,politik, dan militer: AS adalah penjamin keamanan Asia.

*** Sejak awal 1950-an kehadiran militer AS di Asia Pasifik membentang dari Komando Pasifik di Hawaii yang menghubungkan pangkalan militer AS di Hawaii,Jepang, Korea Selatan,Taiwan, Filipina, Thailand hingga ke Australia dan Selandia Baru. Bentangan lebih dari 30 pangkalan militer di 8 negara itu merupakan “garis pertahanan” AS selama Perang Dingin 1948–1991 di wilayah Pasifik. Keunggulan kekuatan militer AS (satelit komunikasi militer, nuklir strategis, nuklir regional, konvensional dengan pangkalan, kapal induk, rudal, pesawat tempur, tentara/marinir) menjadi unsur penting dari peran AS menjaga stabilitas keamanan Asia Pasifik.

Krisis Perang Korea (1950–1952), krisis berkala selat Taiwan (1950–sekarang),ketegangan Korea Selatan-Korea Utara (tahun 1970-an sampai sekarang), perang Vietnam 1965–1975,serta peran kunci ASEAN di jalur ekonomi dan keamanan Asia Pasifik menunjukkan pentingnya kekuatan militer AS bagi rasa aman pihak-pihak di seluruh Pasifik Barat, termasuk bagi RRC. Payung keamanan AS ini dimanfaatkan RRC terutama setelah pada 1978 pemimpin Deng Xiaoping mencanangkan “4 jalur modernisasi” (pertanian, industri, ilmu pengetahuan,militer) menuju RRC sebagai negara maju dan modern.

Pertumbuhan pesat ekonomi RRC sejak 1980-an sesungguhnya memanfaatkan “payung keamanan” kekuatan militer Komando Pasifik AS. Pertama, mengamankan pasokan minyak dan gas dari Timur Tengah sekaligus menjamin pasokan energi dua sekutu AS, Korea Selatan dan Jepang; Kedua,mengamankan lalu lintas kapal dagang yang melancarkan ekspor RRC ke mancabenua, termasuk tujuan ekspor RRC ke Eropa, Amerika Latin, Afrika dan Timur Tengah. Ketiga, menjamin RRC menjadi pusat investasi industri manufaktur yang kompetitif sehingga investasi keuangan dan pasar modal RRC “menalangi” defisit perdagangan dan transaksi berjalan AS tahun 2000–2009.

*** Dengan kebijakan Beijing Consensus 2004 (pengendalian devisa, pembatasan impor, menjaga nilai tukar mata uang untuk memacu ekspor) pimpinan RRC menabrak Washington Consensus 1994 (liberalisasi pasar modal, privatisasi, deregulasi) sebagai upaya AS mendongkrak pasar negara-negara Asia yang sedang maju. Pada 2009, cadangan devisa RRC mencapai USD2,1 triliun.Pada saat yang sama, utang AS mencapai USD1,8 triliun.Pakar ekonomi dan bisnis yakin bahwa perekonomian AS dan RRC praktis sudah “menyatu” karena masing-masing saling memerlukan keunggulan yang dimiliki mitra dagangnya.

Tatkala pada Maret-April 2009 pemerintahan Obama menjual obligasi sebesar USD1 triliun untuk stimulus ekonomi, peminat utama obligasi AS itu adalah Pemerintah RRC. Pada gilirannya, stimulus AS yang ditopang RRC itu memungkinkan sebagian perusahaan AS meningkatkan daya saing terhadap RRC,yang jumlah kelas menengahnya kini mencapai 300 juta orang. Kelas menengah RRC ini semakin mampu membeli barangbarang konsumen buatan AS meskipun stimulus RRC yang USD600 miliar sebenarnya dipusatkan ke ekonomi dalam negeri.

Dari jumlah USD167 triliun yang beredar di pasar uang dunia tahun 2009,lebih dari 57 triliun berpangkal di AS,termasuk surat berharga dan obligasi yang dibeli RRC. Dalam pada itu, stabilisasi ekspor dan stimulus ekonomi dalam negeri RRC memerlukan jaminan lingkungan strategis, termasuk masalah- masalah politik peka seperti hari depan kedaulatan RRC atas Taiwan, persaingan RRC-Jepang, dan peran segi tiga AS, RRC, dan Jepang membangun tatanan Asia Pasifik 20–30 tahun mendatang. Pada akhirnya, “besaran ekonomi” RRC tidak selalu menjelma menjadi “kekuatan ekonomi”, telebih-lebih bila dilepaskan dari kekuatan militer.

Stabilitas keamananAsia Timur Laut,Asia Tenggara, dan Pasifik Barat tetap memerlukan kehadiran militer AS sebagai “stabilisator”. Jaringan 700 pangkalan militer (darat, laut, dan udara) AS di seluruh pelosok dunia menjamin jalur perdagangan,jaringan keuangan, serta jaringan ilmu dan pengetahuan yang diperlukan RRC mempertahankan pertumbuhan ekonomi rata-rata 8% setahun. Meski RRC dan Jepang kini sedang menaikkan anggaran pertahanan masing-masing untuk sekurangnya 20 tahun mendatang, keunggulan strategis AS tetap sebagai pemeran utama stabilitas keamanan Asia Pasifik.

Bagaimanapun makna “kekuatan adidaya” harus ada unsur kekuatan militer-strategis, hal yang sampai sekarang belum dimiliki RRC, Jepang maupun negara lain yang merasa bahwa besaran ekonomi adalah ukuran utama ke arah menjadi “adidaya dunia.”(*)

Sumber; Seputar Indonesia, 12 Februari 2010

1 Response to “Perimbangan Kekuatan Ekonomi dan Militer RRC-AS”


  1. 1 militer indonesia June 20, 2015 at 9:16 am

    If you want to obtain much from this article then you have to apply such strategies to your won blog.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Joint at Milist AIPI

Publikasi-Publikasi AIPI
















Jejak Pengunjung

Kalender

February 2010
M T W T F S S
« Jan   Mar »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728

%d bloggers like this: