LAPORAN IPTEK: Presiden, Ilmuwan, dan Iptek

Oleh: Dr. Ninok Leksono
Redaktur Senior Kompas dan Anggota Dewan Pengawas
PP AIPI Periode 2008-2011

Hari ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan bertemu dengan para ilmuwan Indonesia yang tergabung dalam Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI), Dewan Riset Nasional (DRN), dan Tim Inovasi 2025 di Puspiptek, Serpong. Di tengah hiruk-pikuk permasalahan yang melilit, boleh jadi ini bisa menjadi momen langka yang penting karena betapa pun menyerapnya urusan politik, di luar itu bangsa masih punya urusan lain yang tidak kalah penting, yang harus dipikirkan pula oleh pimpinan nasional.

Seyogianya, momen langka ini bisa menjadi forum dialog antara Presiden dan komunitas ilmiah dari beragam latar belakang keahlian. Pertama-tama tentu komunitas ilmiah Tanah Air ingin mendengar apa visi Presiden tentang pengembangan sains dan teknologi, apa strategi yang ditempuh pemerintah untuk menerapkan sains dan teknologi bagi kemajuan bangsa dan peningkatan kesejahteraan rakyat.

Soal-soal di atas sebenarnya bukan saja ingin didengar oleh para ilmuwan, tetapi juga oleh rakyat Indonesia pada umumnya. Maklum saja, di tengah ingar-bingar isu politik dan ekonomi, sains dan teknologi, atau untuk ringkasnya Iptek, seperti jatuh dalam skala nonprioritas. Dicerminkan oleh rendahnya dana riset, yang masih di bawah 0,1 persen pendapatan domestik bruto pada 2009, dunia ilmiah Indonesia masih belum bisa bersinar terang di kancah dunia.

Padahal, di sisi lain, kalau mau, Indonesia bisa menghasilkan penelitian top.

Dalam kendala, dalam keterbelakangan, Indonesia hanya bisa melihat negara-negara tetangganya melesat jauh. Jangan berbicara tentang China yang sudah punya riset ambisius ruang angkasa, Singapura pun mencatat kemajuan besar dalam riset tentang genome.

Pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, Indonesia sempat memiliki program Iptek yang tersosialisasikan dengan luas dan gencar. Selain ada program yang jadi sorotan masyarakat—lepas dari penilaian atas hasil dan efisiensinya—era itu juga ditandai dengan tampilnya sosok pembawa bendera, baik presidennya maupun menteri risteknya.

Selain sosok pembawa bendera yang perlu kita kembangkan sekarang ini, perangkat-perangkat kelembagaan yang memang menurut fungsinya membantu Presiden/pemerintah dalam penetapan prioritas riset juga sudah semestinya proaktif. Dimengerti, bahwa untuk ini Presiden pun perlu meluangkan lebih banyak waktu untuk berkomunikasi dengan badan-badan ilmiah, baik AIPI, DRN, Komite Inovasi 2025, maupun lembaga-lembaga penelitian nonkementerian, seperti LAPAN.

Bagaimanapun juga, di tengah kompleksnya permasalahan dan tantangan yang ada di bidang Iptek dan isu-isu terkait, Presiden membutuhkan dewan penasihat, sebagaimana presiden AS memiliki President’s Council of Advisors on Science and Technology (PCAST).

Selain PCAST, di AS juga ada Office of Science and Technology Policy (OSTP), yang merupakan badan di luar pemerintahan, tetapi di sini boleh jadi punya fungsi seperti Kementerian Ristek. OSTP inilah yang membantu menggerakkan pembuatan kebijakan Iptek Amerika. Kantor ini membantu mendorong inovasi AS dengan menciptakan kebijakan praktis yang ditujukan untuk memperkuat perusahaan Iptek Amerika.

Bersama Presiden Obama, OSTP bertekad memulihkan sains ke kedudukan yang benar di AS, sebagai alat untuk menciptakan kebijakan cerdas yang bisa memperkuat negara. Tekad itu diwujudkan dengan mendapatkan materi terbaik bagi pembuat keputusan dan bekerja sama sepenuhnya dengan PCAST.

Agenda penting
Di Amerika, dan semestinya juga di Indonesia, kemajuan Iptek memainkan peran yang semakin penting dalam kehidupan bangsa. Ia membantu menumbuhkan ekonomi dan meningkatkan daya saing. Kemajuan Iptek juga membantu rakyat hidup lebih panjang dan lebih sehat, memberi kemampuan untuk merespons tantangan iklim dan energi, serta bisa melindungi bangsa dari ancaman alam dan ancaman buatan manusia.

Sebagaimana terjadi di Indonesia, di AS pun visi presiden menjadi panduan utama. Dalam sidang paripurna DRN di Serpong, Desember lalu, penetapan agenda riset nasional masih didasarkan pada panduan umum, seperti arahan Presiden di depan peserta Lemhanas atau visi Kabinet Indonesia Bersatu II. Adapun Visi Iptek 2010-2014 baru disebut sebagai ”Iptek untuk Kesejahteraan dan Peradaban”. Sumber lain diperoleh dari daftar prioritas nasional, di mana kreativitas dan inovasi teknologi terbaca pada urutan ke-11 atau yang terakhir.

Apabila mengikuti AS, sekarang ini kita bisa mengetahui visi Presiden Obama mengenai sains di AS di antaranya adalah peningkatan pendanaan secara dramatik untuk riset biomedik, juga untuk sains fisikal dan rekayasa. Dukungan bagi riset berisiko tinggi yang punya potensi menghasilkan terobosan juga diberikan, demikian pula insentif perpajakan bagi litbang. Dukungan juga diberikan kepada perusahaan UKM dan perusahaan pemula (start-up). Semua ditempuh agar investasi terus mengalir; karena itu krusial dalam melahirkan pekerjaan yang baik dan kemajuan perintisan (situs OSTP).

Sebagai bangsa pembelajar, kita juga tidak ingin larut dalam keruwetan dan semakin tertinggal. Kita ingin belajar dari bangsa-bangsa lain yang lebih maju dan, khususnya mengenai Iptek, komitmen perlu diwujudkan dalam kebijakan konkret.

Kebijakan itu pun kelak harus dapat diukur hasilnya.

Dari sistem itulah diharapkan adanya anak bangsa yang siap menghadapi tantangan abad ini dan berkomitmen untuk mewariskan kepada anak-anak mereka ekonomi yang lebih kuat, lebih hijau, dan lebih berkelanjutan.

Kompas Rabu, 20 Januari 2010

3 Responses to “LAPORAN IPTEK: Presiden, Ilmuwan, dan Iptek”


  1. 1 jokodedi January 22, 2010 at 8:23 pm

    AIPI (Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia) KOMUNITAS APA ???

    AIPI (Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia) yang berlokasi di DRN – Puspiptek Serpong, merupakan suatu perkumpulan peneliti senior yang ada di LIPI, dimana aktivitasnya nyaris “tidak terdengar” sejak berdirinya.
    Bayangkan saja, sejak diresmikannya gedung DRN, kegiatan AIPI tersebut tidak lebih dari seremonial prestise saja dari tahun ke tahun hanya dari seminar ke seminar antara peneliti senior saja, yang kebetulan sekarang masih menjabat di LIPI. Hanya sebatas ajang kumpulan Profesor-profesor yang ingin menunjukkan dirinya bahwa banyak jumlah anggota komunitas ini dan berpotensi.

    Silahkan saja anda check ke Komunitas Kawasan Puspiptek (BATAN, BPPT, dan LIPI), PASTI tidak ada yang tahu soal AIPI kecuali hanya tertempel papan nama AIPI (berwarna keemasan) di gedung Graha Widya Bhakti di tengah lokasi gedung/laboraorium milik BATAN, BPPT, LIPI.

    Saya sangat heran,…Kok Presiden SBY mau dan sempat hadir di komunitas itu dan tidak bertaraf komunitas terbatas AIPI saja. Padahal bisa saja dibuatkan suatu acara bersifat Nasional yang besar misal Sinkronisasi Antar Menteri yang Terkait Teknologi dan Industri guna mensukseskan Program KIB II.

    Saya juga heran kanapa ketua LIPI (Prof. Umar) dan ketua AIPI (Prof. Sangkot) mengorganisir suatu acara yang KURANG BERMUTU, jadinya terkesan cuma asal sambut utusan Obama yang membawa pesan persahabatan ke Indonesia. Saya merasa sangat prihatin terhadap kualitas acara AIPI tersebut.

    Salam Demokrat,

  2. 2 admin January 25, 2010 at 8:36 am

    Pak Joko Dedi,

    Perlu kami sampaikan, bahwa antara Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) dan Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI), berbeda. Kami adalah asosiasi ilmu politik, sementara AIPI yang satu adalah akademi ilmu politik.

    Untuk lebih jelasnya, silahkan buku websiet AIPI (Akademi) di http://www.aipi.or.id.

    Demikian.


  1. 1 koran online kompas Trackback on March 19, 2016 at 11:19 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Joint at Milist AIPI

Publikasi-Publikasi AIPI
















Jejak Pengunjung

Kalender

January 2010
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

%d bloggers like this: