Membaca Arah Angket DPR

Oleh: Prof. Dr. Syamsuddin Haris
Kepala Pusat Penelitian Politik LIPI dan Sekjen PP AIPI

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) secara aklamasi akhirnya menyetujui penggunaan hak angket untuk menyelidiki kebijakan pemberian dana talangan (bail out) 6,7 triliun rupiah kepada Bank Century. Panitia khusus angket Century yang dipimpin Idrus Marham segera bekerja. Ke arah mana hak angket ini bergulir?

Sebelum kita merajut harapan berlebihan, ada baiknya pengalaman penggunaan hak-hak angket DPR periode 2004-2009 disimak kembali. Hingga menjelang Pemilu 2009 paling kurang ada delapan usulan hak angket yang dicoba digulirkan DPR mulai soal kenaikan harga BBM, penjualan tanker Pertamina, impor beras, pengelolaan Blok Cepu, penyelesaian kasus BLBI, hingga masalah transparansi pengelolaan migas oleh Pertamina. Sebelum DPR demisioner kemudian digulirkan hak angket terkait kisruh daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2009.

Dari tiga hak angket DPR yang disetujui (kasus penjualan tanker Pertamina, transparansi pengelolaan migas, dan kisruh DPT), tak satu pun yang dapat diselesaikan secara tuntas oleh panitia khusus yang dibentuk DPR. Angket DPT Pemilu 2009 akhirnya tenggelam bersamaan berakhirnya masa bhakti DPR lama dan pesta kemenangan para legislator periode baru. Kecenderungan yang hampir sama juga bisa disaksikan ketika 14 usulan penggunaan hak interpelasi digulirkan DPR periode sebelumnya.

Panggung Politik
Secara obyektif pengucuran dana talangan Bank Century yang dianggap gagal dan bermasalah, jelas tidak adil dan melukai hati publik. Karena itu perlu transparansi, apakah pilihan kebijakan bail out Century sudah tepat, dan ke mana saja dana talangan tersebut mengalir. Melalui Pansus Angket DPR diharapkan semua itu menjadi jelas sehingga tidak ada lagi saling curiga di antara berbagai pihak.

Namun berharap bahwa Pansus Angket dapat “membongkar” skandal bail out Century mungkin juga berlebihan. Ada beberapa argumen mengapa Pansus Angket Century berpotensi “masuk angin” alias tergembosi secara internal sebelum berhasil memenuhi harapan publik. Pertama, parpol di DPR memiliki kepentingan dan agenda yang berbeda dalam merespons skandal Century. Tarik-ulur perebutan pimpinan Pansus Angket pekan lalu sudah mengindikasikan hal itu. Padahal pimpinan Pansus semestinya tidak menjadi faktor penting jika mekanisme pengambilan keputusan pansus bersifat kolektif.

Kedua, pengguliran hak angket di DPR harus pula dilihat dalam konteks kebutuhan subyektif para politisi parpol untuk memperoleh pengakuan publik atas peran mereka sebagai ”wakil rakyat”. Artinya, skandal Century menjadi momentum yang tepat bagi para legislator menciptakan panggung politik yang belum tentu tersedia tanpa pengguliran hak angket. Apalagi belum lama berselang DPR dikritik publik atas sikap mereka yang tidak berpihak pada pembebasan Wakil Ketua KPK non-aktif Bibit Samad Riyanto dan Chandra M. Hamzah.

Ketiga, keberhasilan Pansus Angket sangat ditentukan oleh kemampuan dan profesionalitas 30 orang anggota menggali keterangan dari para pihak yang dipanggil oleh panitia selama 60 hari masa kerjanya. Pertanyaannya, apakah Pansus Angket memiliki cukup kecakapan untuk melakukan penyelidikan atas skandal Century yang karut-marut oleh kepentingan yang saling tumpang-tindih?

Politisasi dan Konspirasi
Terpilihnya Idrus Marham (Golkar) sebagai pimpinan pansus sebenarnya sudah mengindikasikan ke mana arah penyelesaian skandal Century melalui penggunaan hak angket. Sebagai bagian parpol koalisi, Golkar tentu berkepentingan menyelamatkan relasi harmonisnya dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Di sisi lain, dengan memanfaatkan dukungan publik atas Pansus Angket Century, Golkar juga berkepentingan untuk memaksimalkan ”politisasi” terhadap kasus bank bermasalah tersebut dalam rangka meningkatkan posisi tawar-menawar mereka terhadap Yudhoyono.

Itu artinya, tarik-menarik kepentingan politik di antara parpol koalisi sendiri bisa saja bakal mendominasi pertarungan internal Pansus Angket Century ketimbang pembongkaran secara serius atas skandal bail out seperti yang diharapkan publik. Partai Demokrat, PKS, PAN, PPP, dan PKB jelas ingin pula memanfaatkan momentum hak angket untuk posisi tawar serupa. Parpol non-koalisi seperti PDI Perjuangan, Gerindra, dan Hanura bisa jadi turut terperangkap pada konspirasi politik serupa jika tidak memiliki komitmen yang jelas serta juga strategi yang cerdas untuk menghindarinya.

Di sisi lain, pengalaman penggunaan hak angket DPR sebelumnya menunjukkan, sebagian waktu yang dimiliki Pansus acapkali tersita untuk mempersoalkan prosedur dan mekanisme internal pansus, perdebatan tentang siapa yang dipanggil, mengapa, dan seterusnya. Belum lagi soal materi apa yang hendak digali dan dipertanyakan kepada para pihak yang dipanggil oleh Pansus Angket Century.

Masuk Angin
Oleh karena itu sebelum kita semua ”gigit jari” dan Pansus Angket Century benar-benar ”masuk angin”, ada baiknya gerakan dukungan publik untuk membongkar skandal Century dialihkan dari DPR ke KPK. Dengan kewenangan yang dimilikinya, KPK dapat menelusuri indikasi korupsi dan potensi kerugian negara di balik pengucuran 6,7 triliun rupiah dana talangan Bank Century.

Meluasnya perhatian dan dukungan publik terhadap gerakan antikorupsi dewasa ini adalah modal besar yang perlu dikelola secara positif dan produktif dalam rangka penegakan pemerintahan yang lebih baik, adil dan bersih di masa depan. Energi positif ini semestinya bisa ditransformasikan sebagai basis moral bagi KPK dalam memerankan diri sebagai lokomotif pemberantasan korupsi di negeri ini.

Sementara soal hak angket, biarlah para politisi parpol di DPR sibuk menari-nari dan berdansa di atas panggung politik yang telah mereka ciptakan sendiri.

Dimuat Kompas, 8 Desember 2009

0 Responses to “Membaca Arah Angket DPR”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Joint at Milist AIPI

Publikasi-Publikasi AIPI
















Jejak Pengunjung

Kalender

December 2009
M T W T F S S
« Nov   Jan »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

%d bloggers like this: