Masa Kampanye Sudah Tiba

Oleh: Prof. Dr. Maswadi Rauf
Dosen dan Ketua Departemen Ilmu Politik FISIP UI
dan Dewan Penasehat PP AIPI

Masa kampanye pemilihan umum presiden/wakil presiden (pilpres) sudah dimulai. Ini adalah tahap pemilu yang dinanti-nantikan karena adanya keterlibatan warga masyarakat secara massal dan disampaikannya berbagai informasi yang diperlukan dalam menentukan pilihan.

Setelah melalui tahap penentuan koalisi dan calon wakil presiden (cawapres) yang alot, pada akhirnya muncul juga tiga pasangan yang akan bersaing dalam Pilpres 2009. Puncak persaingan itu tentu saja adalah dalam masa kampanye sekarang ini.

Persaingan
Sebenarnya persaingan sudah dimulai sejak masing-masing calon presiden (capres) menyatakan siap tampil sebagai capres dalam Pilpres 2009. Persaingan antara Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah dimulai lebih dulu karena partai Megawati, PDIP, adalah partai oposisi. Kritik-kritik terhadap pemerintahan SBY telah dilontarkan Megawati.

Istilah- istilah “tebar pesona”, “seperti yoyo”, dan “seperti tari poco-poco” telah lama dilontarkan Megawati yang menghangatkan suhu politik di Indonesia jauh sebelum pemilu legislatif diselenggarakan. Hal ini dapat dimaklumi karena itulah tugas partai oposisi: melontarkan kritik kepada pemerintah sembari memberikan alternatif yang dianggap lebih baik.

Kritik-kritik disampaikan kapan saja. Tentu saja masa-masa menjelang pemilu legislatif dan pilpres adalah waktu yang paling tepat untuk melontarkan kritik dan menyampaikan alternatif yang lebih baik untuk menarik dukungan rakyat. Persaingan SBY dan Jusuf Kalla baru dimulai setelah Kalla menyatakan bersedia menjadi capres pada Februari 2009 yang lalu.

Setelah itu berbagai kritik dilontarkan oleh Kalla terhadap kepemimpinan SBY. Kritik-kritik itu secara jelas dapat ditangkap oleh rakyat sebagai sentilan terhadap SBY, seperti “lambat membuat keputusan”, “rapat terus, padahal yang penting berbuat”, dan “pemerintahan Kalla nanti akan lebih baik”.

Kelihatannya SBY juga merasakan bahwa kritik itu ditujukan kepadanya sehingga dia dan para pembantunya segera memberikan reaksi dengan membantah dan membela diri. Jadi, sebenarnya suhu politik di Indonesia memang sudah memanas menjelang masa kampanye Pilpres 2009. Karena itu, dapat diperkirakan bahwa suhu politik selama masa kampanye akan semakin panas.

Hal ini tidak perlu terlalu dikhawatirkan karena kejadian tersebut adalah hal yang lumrah dalam berdemokrasi. Pemilu (termasuk pilpres) adalah persaingan. Dalam persaingan sudah pasti terjadi kritik terhadap lawan politik dan sanjungan terhadap diri sendiri yang membuat panas pihak yang dikritik.

Untuk mencegah terjadinya konflik lebih lanjut, demokrasi mengharuskan setiap pelaku politik untuk bersaing secara baik. Bersaing secara baik itu ditandai oleh kritik yang tidak menyinggung pribadi. Tentu saja penilaian terhadap track record (rekam jejak) si calon tidak dapat dianggap sebagai menyinggung masalah pribadi karena apa yang dilakukan si calon selama ini dan seperti apa kinerja yang bersangkutan adalah informasi yang penting bagi para pemilih dalam menjatuhkan pilihan mereka.

Perlu juga diperhatikan jangan sampai kritik dianggap sebagai sikap bermusuhan yang menghasilkan balasan berupa sikap bermusuhan pula. Setiap pelaku politik harus mampu menahan diri sehingga tidak terjadi tindakan kekerasan sebagai akibat suasana politik yang memanas.

Tindakan kekerasan dimulai dari ketidakmampuan pemimpin dari berbagai tingkatan untuk menahan diri sehingga massa terprovokasi untuk melakukan tindakan kekerasan yang merugikan semua pihak. Jadi yang harus disalahkan dalam peristiwa tindakan kekerasan adalah para pemimpin, bukan massa pendukung.

Perlunya Kampanye
Meskipun kampanye telah dilakukan sebelum masa kampanye tiba, namun kampanye yang dilakukan selama masa kampanye tetap penting. Masa kampanye yang lebih dari empat minggu tersebut dapat dianggap penting karena pada masa itu para pemilih dan rakyat pada umumnya memberikan perhatian yang besar pada informasi yang disampaikan oleh pasangan capres/cawapres dan partai-partai politik pendukung mereka.

Di samping informasi yang disampaikan, rakyat juga memperhatikan tingkah laku setiap pasangan dan tokoh-tokoh partai lain sebagai bahan untuk menentukan pilihan dalam pilpres. Memang tidak dapat disangkal, ada sejumlah besar pemilih yang sudah menjatuhkan pilihan mereka sebelum masa kampanye karena mereka adalah kader-kader partai yang mendukung pasangan bersangkutan.

Juga ada di antara pemilih yang sudah menjatuhkan pilihan mereka karena memang sudah tertarik kepada calon-calon tertentu dengan berbagai alasan seperti karisma. Namun, sebagian besar dari pemilih adalah mereka yang belum menentukan pilihan. Mereka masih memerlukan dan menunggu informasi agar dapat menjatuhkan pilihan.

Tentu saja kampanye melalui media massa adalah bentuk kampanye yang penting. Apalagi jangkauan media massa di Indonesia sekarang sudah sangat luas dan hampir semua pemilih mempunyai akses terhadap berbagai jenis media massa seperti televisi, radio, surat kabar, dan majalah. Inilah yang membuat media massa harus digunakan secara intensif oleh pasangan capres-cawapres dalam usaha menjangkau para pemilih.

Yang tidak kalah pentingnya adalah berdialog langsung dengan para pemilih dalam kelompok-kelompok kecil. Kampanye dialogis ini dapat dilakukan oleh para pimpinan partai yang mengatasnamakan pasangan capres-cawapres yang mereka dukung. Tentu saja kampanye dialog yang dihadiri oleh pasangan capres-cawapres adalah puncak dari kampanye dialog tersebut.

Kelihatannya pasangan capre-cawapres harus lebih sering turun ke berbagai daerah di Indonesia untuk menjangkau langsung para pemilih. Semakin banyak lokasi kampanye dialog yang dikunjungi, semakin besar dukungan dari masyarakat.

Karena pasangan capres-cawapres mempunyai keterbatasan untuk mendatangi seluruh wilayah Indonesia, jaringan politik yang dibentuk oleh partai-partai politik melalui kader-kader yang tersebar di seluruh Indonesia memainkan peranan penting juga dalam menarik dukungan para pemilih. Karena itu, setiap partai yang berkoalisi harus kompak mendukung pasangan capres-cawapres mereka.

Semakin kompak sebuah partai, semakin banyak kader yang dapat digerakkan di dalam masyarakat, dan semakin besar dukungan dari masyarakat. Selain itu perlu koordinasi yang baik terhadap partai-partai pendukung koalisi. Partai-partai politik yang tergabung dalam koalisi dapat merupakan mesin politik yang dahsyat bagi pemenangan pasangan capres-cawapres bersangkutan bila semua partai tersebut bergerak bersama di bawah satu koordinasi yang baik.

Sudah saatnya kampanye berupa rapat umum dikurangi dalam pemilu-pemilu di Indonesia di masa depan. Rapat umum yang melibatkan massa besar menghasilkan pawai peserta kampanye di jalan-jalan raya yang tidak dapat dianggap sebagai kampanye. Semua itu hanyalah pamer kekuatan (show of force) yang sangat berbeda dari kampanye. Sudah terbukti bahwa rapat umum sebagai ajang kampanye tidak diminati peserta kampanye.

Yang lebih diminati peserta kampanye adalah hiburan musik, sehingga tidak banyak informasi yang disampaikan dalam rapat umum. Kualifikasi para peserta rapat umum adalah juga tidak tepat. Para peserta kampanye seharusnya adalah para calon pemilih yang belum punya pilihan dan memerlukan informasi, bukan kader partai atau warga masyarakat yang dibayar untuk ikut.

Memang masih banyak yang harus dibenahi untuk membuat kampanye di Indonesia menjadi kampanye sesungguhnya. Kebiasaan pengerahan massa memang sulit ditinggalkan. Bagaimana pun, hal terpenting yang harus diingat oleh semua pelaku politik adalah perlunya kampanye damai. Kampanye harus damai karena pemilu, yang merupakan bagian dari demokrasi, tidak boleh mengganggu ketenangan dan ketenteraman masyarakat.(*)

Sumber: Seputar Indonesia, Rabu, 03 Juni 2009

0 Responses to “Masa Kampanye Sudah Tiba”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Joint at Milist AIPI

Publikasi-Publikasi AIPI
















Jejak Pengunjung

Kalender

June 2009
M T W T F S S
« May   Jul »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

%d bloggers like this: