Peta Politik Pemilu 2009

Oleh: Prof. Dr. Syamsuddin Haris
Profesor Riset Ilmu Politik LIPI dan Sekjen PP AIPI

Salah satu pergeseran penting yang akan terjadi pasca-pemilu legislatif 2009 adalah perubahan peta politik Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Ambang batas parlemen (parliamentary threshold) minimal 2,5 persen suara partai politik secara nasional menjadikan struktur DPR lebih sederhana dibandingkan saat ini. Jika demikian, apa dampaknya?

Atas dasar hasil Pemilu 2004 yang lalu, diperkirakan hanya sekitar delapan partai politik yang dapat mengirimkan wakilnya di DPR. Jumlah partai efektif di parlemen nasional tersebut bisa berkurang jika distribusi suara cenderung terkonsentrasi pada tiga parpol besar (Partai Golkar, PDI Perjuangan, Partai Demokrat) yang memiliki tingkat elektabilitas lebih tinggi dibandingkan parpol lainnya seperti dikonfirmasi sejumlah survei. Sebaliknya, jumlah parpol di DPR bisa bertambah apabila distribusi perolehan suara parpol cenderung menyebar, sehingga beberapa parpol baru bisa mencapai ambang batas 2,5 persen.

Namun struktur DPR sendiri masih akan ditentukan oleh format fraksi yang diamanatkan oleh UU Susunan dan Kedudukan DPR yang hingga saat ini belum tuntas dibahas oleh Pansus UU Susduk. Apabila besaran fraksi minimal setara dengan 2,5 persen (sekitar 14 kursi), maka jumlah partai efektif di DPR akan sama dengan jumlah fraksi.

Demokrat Unggul
Selain perubahan struktur partai dan fraksi, perubahan penting yang mungkin dialami DPR adalah pergeseran peta kekuatan politik dibandingkan Dewan hasil Pemilu 2004. Jika hasil survei gabungan P2P LIPI, CSIS, LP3ES, dan Puskapol FISIP UI serta hasil survei LSI dan Litbang Kompas menjadi rujukan, maka Partai Demokrat bakal menggeser kedudukan Golkar sebagai parpol terbesar di DPR hasil Pemilu 2009. Sementara itu Golkar yang memenangkan Pemilu 2004 merosot ke urutan ketiga, sedangkan PDI Perjuangan tetap berada di urutan kedua seperti pemilu lima tahun lalu.

Seperti sudah dipublikasikan, partai-partai lain yang berpeluang mencapai ambang batas 2,5 persen adalah PKS, PPP, PAN, PKB, dan partai baru Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Yang menarik, survei terakhir yang dilakukan Soegeng Sarjadi Syndicate bahkan menempatkan Gerindra sebagai partai dengan suara terbanyak keempat setelah Demokrat, PDI Perjuangan, dan Golkar.

Preferensi pilihan publik yang dikonfirmasi hasil survei-survei ini bisa saja berubah pada hari-H pemilu tanggal 9 April 2009 ini. Namun demikian jika kecenderungan tersebut menjadi realitas hasil pemilu legislatif, maka terjadi perubahan peta politik yang cukup signifikan di DPR. Untuk pertama kalinya dalam era reformasi, partai-partai warisan Orde Baru kemungkinan akan tergusur dan digantikan oleh Partai Demokrat sebagai peraih suara terbanyak DPR.

Problematik Pasca-Pemilu
Apabila perkiraan tersebut benar dan pemilu presiden pada Juli 2009 dimenangkan oleh Susilo Bambang Yudhoyono, maka untuk pertama kalinya pula terjadi kesejajaran elektoral antara hasil pemilu legislatif dan pemilu presiden. Secara politik kesejajaran elektoral demikian jelas lebih menguntungkan jika dibandingkan hasil Pemilu 1999 dan Pemilu 2004 ketika partai pemenang pemilu legislatif tidak dapat memenangkan kandidatnya dalam pemilu presiden.

Hanya saja persoalannya, kesejajaran elektoral pemilu legislatif dan pemilu presiden tersebut belum tentu menjanjikan pemerintahan yang efektif karena kombinasi presidensial-multipartai hampir pasti melahirkan pemenang pemilu yang tidak menguasai mayoritas parlemen. Artinya, jika Partai Demokrat akhirnya memenangkan Pemilu 2009, jumlah kursi DPR yang bisa diraih PD belum cukup signifikan untuk mengawal dan mengamankan kelangsungan pemerintahan Yudhoyono periode kedua (2009-2014).

Dalam situasi demikian secara obyektif Yudhoyono membutuhkan dukungan koalisi partai-partai lain agar pemerintahannya kelak tidak mudah diganggu secara politik oleh partai-partai oposisi di DPR. Karena itu persoalan krusial yang dihadapi oleh Yudhoyono bukan sekadar memenangkan pemilu presiden, melainkan juga melembagakan koalisi politik yang benar-benar bisa menjamin efektifitas pemerintahannya.

Kekasih Baru atau Lama?
Dalam merespons koalisi “golden triangle” antara Golkar, PDI Perjuangan, dan PPP yang digagas oleh Ketua Umum PPP Suryadharma Ali, Ketua Partai Demokrat Anas Urbaningrum pernah mewacanakan “jembatan emas” koalisi. Sebagian kalangan mensinyalir bahwa Yudhoyono dan PD kemungkinan akan menggaet Hidayat Nur Wahid (PKS) salah calon wapres menggantikan Jusuf Kalla dari Golkar. Warna kuning emas pada tanda gambar PKS dihubungkan dengan wacana “jembatan emas”nya Anas.

Apabila sinyalemen ini benar maka tetap sulit bagi Yudhoyono membangun pemerintahan yang efektif karena seperti dikonfirmasi hasil survei, perolehan suara PKS tidak cukup signifikan dalam pemilu legislatif kali ini. Persoalannya, Yudhoyono dan PD membutuhkan format koalisi yang agak besar yang mencakup minimal 50 persen kekuatan DPR jika menginginkan pemerintahan barunya kelak benar-benar efektif.

Itu artinya, Yudhoyono perlu pula menjajaki peluang koalisi dengan partai-partai menengah lain di luar PKS, seperti PAN, PKB, dan partai baru Gerindra, sehingga format minimal winning coalition bisa dibangun dalam rangka mem-back up pemerintahannya kelak. Problematiknya, Gerindra tidak hanya menominasikan Prabowo sebagai capres, tetapi juga memiliki platform politik yang sangat berbeda dengan Partai Demokrat.

Kini persoalannya terpulang kepada Presiden Yudhoyono, apakah benar-benar hendak mencari kekasih baru, atau merajut kembali hubungan dan kebersamaan dengan kekasih lama, Jusuf Kalla dan Partai Golkar. Toh, tak ada yang tidak mungkin dalam politik.

Sumber Suara Merdeka, 9 April 2009

1 Response to “Peta Politik Pemilu 2009”


  1. 1 Maxgrosir February 4, 2014 at 12:42 pm

    dan ditahun 2014 siapa ini yang akan menjadi presiden


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Joint at Milist AIPI

Publikasi-Publikasi AIPI
















Jejak Pengunjung

Kalender

April 2009
M T W T F S S
« Mar   May »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

%d bloggers like this: