Ke mana Golkar kan Melangkah?

Oleh: Prof. Dr. Ikrar Nusa Bhakti
Profesor Riset Bidang Intermestic Affairs LIPI

Ketua Umum DPP Partai Golkar (PG) Jusuf Kalla (JK) akhirnya menyetujui penjaringan calon presiden (capres) dan dilakukannya survei untuk mengetahui elektabilitas para capres dan cawapres dari partai berlambang beringin itu. Dalam pertemuan itu Ketua Dewan Penasihat PG Surya Paloh, secara berapi-api mengkritik orang-orang di dalam Partai Golkar yang “cari muka” mendukung pasangan SBY-JK karena menginginkan jabatan menteri pada kabinet mendatang.

Sementara JK sendiri tidak menegur Wakil Ketua Umum PG, Agung Laksono, yang mengeluarkan surat keputusan partai ke seluruh DPD dan DPC agar menjaring nama-nama capres dari Partai Golkar. Bagi JK, itu bukan penelikungan politik, melainkan sudah dikonsultasikan sebelumnya dengannya, walau saat itu JK sedang berada di luar negeri.

Entah tulus atau pernyataan politik agar tak terkesan adanya perpecahan, kenyataan politik yang ada menunjukkan betapa di internal masih ada konflik soal pencalonan capres dan/atau cawapres dari partai ini. Publik, bahkan di internal PG sendiri, masih meraba-raba ke mana kan melangkah.

Sampai saat ini paling tidak ada tujuh nama capres dari PG, yakni Sultan HB X, JK, Surya Paloh, Akbar Tandjung, Agung Laksono, Marwah Daud Ibrahim, dan Yuddy Chrisnandie. Sultan memiliki pendukung di dalam PG, khususnya dari SOKSI. Di dalam PG juga ada desakan agar Sultan dan JK dipasangkan sebagai capres dan cawapres dari PG. Surya Paloh hingga kini masih menjadi “juru penyambung” antara PG dan PDIP. Akbar juga masih berupaya mencari peluang menjadi capres atau cawapres dari PG.

Agung agak dipandang remeh di internal Golkar karena “mengerdilkan dirinya” dengan mencalonkan diri dan anaknya sebagai caleg pada 2009 ini. Ambisinya untuk menjadi Ketua DPR pada periode 2009-2014 dipandang mengerdilkan ketokohan dan kenegarawanan dia. Sebagai orang kedua di dalam PG saat ini, sepatutnya bukan porsinya lagi menjadi caleg, melainkan bagaimana membina PG agar bisa besar kembali seperti pada masa lalu.

Marwah dan Yuddy lebih memilih ikut penjaringan capres yang dilakukan Dewan Integritas Bangsa yang dipimpin oleh Sholahuddin Wahid, walau kita tidak tahu bagaimana mereka akan “disalurkan” menjadi capres ke partai politik.

Tampaknya akan ada beberapa kemungkinan yang akan terjadi jika Golkar melakukan penjaringan melalui DPC dan DPD PG dan juga survei ke masyarakat mengenai elektabilitas tokoh-tokoh PG yang akan diusung menjadi capres. Hasil penjaringan di internal partai bukan mustahil akan berbeda dengan hasil survei.

Kemungkinan pertama, DPC dan DPD PG di seluruh Indonesia secara aklamasi menempatkan JK sebagai capres, namun hasil survei ternyata menempatkan Sultan sebagai tokoh Golkar yang elektabilitasnya paling tinggi diikuti oleh JK dan tokoh-tokoh lainnya. Jika ini terjadi, adalah suatu dilemma bagi JK sebagai Ketua Umum PG, apakah merelakan PG mencalonkan Sultan sebagai capres sementara JK hanya menjadi cawapresnya.

Kemungkinan kedua, masih terkait dengan kemungkinan pertama di atas, JK tetap berharap ada pinangan dari SBY untuk tetap melanjutkan duet SBY-JK pada 2009-2014. Jika itu tetap terjadi dan PG punya pasangan lain, bukan mustahil JK akan mengambil langkah seperti pada pilpres 2004, maju tanpa dukungan PG. Ini dapat merusak citra JK sebagai seorang negarawan, karena sebagai Ketua Umum PG justru meninggalkan partainya untuk menggapai kepentingan politiknya sendiri.

Kemungkinan ketiga, dari hasil survei dan usulan DPC serta DPD, ada kesamaan bahwa JK tidak dimajukan sebagai capres melainkan sebagai cawapres mendampingi SBY.

Persoalannya, apakah PG berani membuat keputusan politik untuk mengusulkannya kepada SBY dan Partai Demokrat agar duet SBY-JK harus dilanjutkan demi kesinambungan kebijakan pemerintahan dari 2004-2009. Baik SBY maupun Partai Demokrat tampaknya masih enggan untuk melamar JK karena selama ini nakhoda pemerintahan SBY-JK lebih banyak dikendalikan oleh JK ketimbang SBY.

SBY tampaknya ingin menunjukkan bahwa tanpa JK, ia mampu mengendalikan tim ekonomi di kabinet. SBY dan Demokrat juga merasa percaya diri akan menjadi pemenang pemilu legislatif dan SBY, siapapun pasangannya, akan terpilih kembali menjadi presiden periode 2009-2014.

Perhitungan ini bisa saja meleset. Kalau pun perhitungan itu benar, PG tentunya akan berpikir keras apakah akan bergabung dalam kabinet mendatang sebagai mitra minoritas dari Demokrat, ataukah akan memilih jalur sebagai oposisi agar kerja partai benar-benar dapat dirasakan konstituen, seperti yang dilakukan PDIP pada 2004-2009. Dengan begitu, PG akan bangkit kembali dengan tokoh baru sekaliber Akbar yang dapat menyelamatkan dan memenangkan PG pada Pemilu 2014.

Kita belum tahu kemana Golkar kan melangkah, apakah akan dipengaruhi oleh kepentingan politik individu para tokoh partainya, ataukah kepentingan jangka panjang. Apa pun keputusan yang akan diambil PG, kita dapat menilai siapa-siapa yang “loyang” dan siapa-siapa yang “emas” dalam partai berlambang beringin itu.

Sumber: Celah (inilah.com) 26 Februari 2009

http://www.inilah.com/berita/celah/2009/02/26/86732/ke-mana-golkar-kan-melangkah/

1 Response to “Ke mana Golkar kan Melangkah?”


  1. 1 redaksi February 28, 2009 at 4:01 pm

    ……. KARENA JENDRAL NAGABONAR

    Karena pemilu 2009 memberi sebuah mahkota, demikian juga dia akan memberimu sebuah kuasa, demi semua itu Jendral Nagabonar ( Dedi Mizwar) mendeklarasikan diri sebagai calon Presiden.

    ……………………………..

    Dalam kancah perpolitikan, menurutku… Jendral Nagabonar terlampau cepat mengutarakan jalannya. Sedang ia belum mahir benar mengendalikan kaki, sehingga mudah sekali dia sakit dan terjatuh.

    Ketahuailah Jendral!!!

    Diantara lipatan-lipatan jubahmu, sesungguhnya… orang terkucil menggantungkan harapannya , orang yang tercampakkan menaruh seluruh bebannya, dan wanita yang gagal dalam hidupnya mencurahkan segala keputus-asaan-nya.

    …………………………….

    Maafkan aku Jendral!!!

    Aku tak dapat memberi dukungan kepadamu, sebelum engkau bicara padaku dan memberiku kebenaran janji kampanyemu.

    sumber:http://asyiknyaduniakita.blogspot.com/


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Joint at Milist AIPI

Publikasi-Publikasi AIPI
















Jejak Pengunjung

Kalender

February 2009
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  

%d bloggers like this: