Dari Kawan Menjadi Lawan

Oleh: Dr. Lili Romli
Peneliti Pusat Penelitian Politik LIPI dan Anggota Komisi Pengkajian dan Pengembangan Ilmu PP AIPI

Genderang “perang” menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009 semakin panas.Bila sebelumnya “perang” terjadi antara SBY dan Megawati, kini tampaknya “perang” itu berpindah pada SBY-JK.

Bila sebelum terjadi rivalitas antara SBY dengan Mega, yang saling mengejek satu sama lain, kini “rivalitas” itu muncul dari dalam pemerintahan sendiri. Berbagai pihak sudah akan menduga bahwa pada akhirnya nanti akan terjadi rivalitas dalam Pilpres 2009 antara SBY dan JK.

Kini yang ditunggu-tunggu itu muncul juga.JK menyatakan siap bersaing dengan Presiden SBY untuk mengejar kursi presiden 2009–2014. Kesiapan untuk maju sebagai calon presiden (capres) itu berkaitan dengan harga diri Partai Golkar. Seperti dikatakan JK, “Ini menyangkut masalah harga diri. DPD-DPD I Partai Golkar dengan tegas mengatakan bahwa kita harus tegas menjalankan masa depan partai supaya tidak dianggap remeh.”

Bereaksinya JK tersebut berawal dari pernyataan Ahmad Mubarok, Wakil Ketua Demokrat, yang mengatakan bahwa Partai Golkar bisa jadi akan meraih suara 2,5%. Tidak sampai di situ saja, Mubarok juga mengatakan bahwa JK bukan satusatunya kandidat calon wakil presiden (cawapres) pendamping SBY.

Seperti diberitakan berbagai media massa,nama JK bisa bergeser sebagai kandidat cawapres mendampingi SBY manakala Golkar tidak mampu mempertahankan suaranya.Tampaknya pernyataan ini membuat geram Partai Golkar, termasuk JK sebagai ketua umumnya. Kini pernyataan wakil ketua yang juga penggagas berdirinya Partai Demokrat itu menjadi blunder bagi Demokrat itu sendiri.

Pernyataannya telah memunculkan perlawanan dari dalam koalisi.Dia telah menimbulkan kekuatan alternatif capres pesaing yang berbahaya bagi SBY, yang datang dari kawan seiring dalam pemerintahan sendiri. Tampaknya bangkitnya Golkar dengan mengusung capres tersebut sebagai bagian dari antiklimaks dalam diri Partai Golkar, baik karena faktor pergumulan internal Partai Golkar maupun karena faktor eksternal dari pernyataan Ahmad Mubarok.

Seperti diketahui, Partai Golkar belum menyampaikan secara resmi siapa capresnya. Padahal ia adalah partai besar pemenang Pemilu 2004. Kalah dengan partai-partai kecil yang sudah jauh-jauh hari mencalonkan capresnya. Sebagian elite Golkar kemudian mendesak agar secepatnya Partai Golkar menentukan kandidatnya.

Di dalam tubuh Golkar sendiri banyak terjadi persaingan dan faksifaksi berkaitan dengan pencapresan. Sejumlah nama bersaing ketat di penjaringan capres Partai Golkar. Ada beberapa nama yang masuk dalam penjaringan capres Golkar. Selain JK, ada Akbar Tandjung,Surya Paloh, Muladi, Aburizal Bakrie, Fadel Muhammad, dan Sultan Hamengku Bowono X.

Duel SBY-JK?
Meskipun banyak kandidat yang ingin maju dalam pilpres, selama ini peta pertarungan head to head didominasi figur SBY dan Mega.Apalagi kemudian survei dari lembaga-lembaga survei menepatkan kedua figur dalam persaingan yang ketat. Lembaga Survei Indonesia (LSI), misalnya, menyebutkan SBY akan dipilih oleh 32% calon pemilih, sedangkan Mega sebesar 25%.

Sementara itu survei yang dilakukan IRDI juga menempatkan SBY dengan 33% pemilih dan Megawati 17,9%. Dua kandidat ini dipastikan juga bakal maju. Keduanya sudah mendeklarasikan diri masing-masing dan didukung oleh partai politiknya. Dalam politik memang tidak ada kawan yang abadi, begitu juga tidak ada lawan yang abadi.Yang abadi adalah kepentingan itu sendiri.

Politik dan kekuasaan adalah seni dari berbagai kemungkinan. Bisa jadi, sekarang kawan seiring,besok menjadi lawan. Begitulah tampaknya yang akan terjadi pada Partai Golkar dan Demokrat. Dalam Pilpres 2009,SBY akan berhadapan dengan wapresnya. Dengan demikian akan terjadi duel antara SBY dan JK. Dalam Pilpres 2004, keduanya menjadi kawan seperjuangan dalam “bersama kita bisa”, pada Pilpres 2009 keduanya tidak lagi menjadi kawan tetapi lawan: SBY versus JK.

Karena itu slogannya bukan lagi “bersama kita bisa”, tetapi “bersama kita tidak bisa lagi” Dalam menghadapi SBY, bisa jadi nanti Golkar mengembankan kampanye seperti yang dulu dilakukan SBY dan Demokrat, yaitu berjualan menu “terzalimi” atau “habis manis sepah dibuang”.

Bila dipercaya oleh publik, hal itu bisa menjadi bola salju dan amunisi yang ampuh bagi JK dan Golkar. Bukankah SBY populer dan mendapat simpati dari publik karena isu yang sama saat bersama membantu Megawati sebagai Menkopolkam.

Political Bargaining?
Reaksi JK dan Golkar dalam pencapresan bisa juga dibaca sebagai bagian dari political bargaining dalam berhadapan dengan Demokrat. Menurut hemat saya, sebenarnya keduanya tetap membutuhkan satu sama lain. Bisa diumpamakan dengan kiasan “benci tapi rindu”.

Meski Golkar geram dengan Demokrat, sesungguhnya Golkar masih tetap ingin bersama dengan Demokrat, begitu juga sebaliknya. Bukankah dengan bergabungnya Golkar selama ini dalam koalisi, Demokrat diuntungkan dengan posisi JK sebagai “Wapres Plus”?

Posisi seperti itu merupakan sesuatu yang menguntungkan bagi Golkar. Begitu juga Demokrat dengan menggandeng Golkar, posisi SBY dalam berhadapan dengan parlemen menjadi relatif kuat. Seperti diketahui bahwa yang kerap menjadi “bumper” dalam berhadapan dengan parlemen adalah Partai Golkar. Kita mengamati bahwa Golkar menjadi “bumper” pemerintah dalam menghadapi tekanan-tekanan parlemen dalam berbagai kebijakan yang dianggap tidak populis seperti kenaikan harga BBM.

Kekuatan seperti itu, menurut hemat saya, masih tetap dibutuhkan oleh Demokrat. Bila ada prediksi bahwa SBY pada Pilpres 2009 akan keluar sebagai pemenang,maka jika tidak lagi berkoalisi dengan Golkar, SBY dan Demokrat akan berhadapan dengan dua singa di parlemen, yakni Golkar dan PDIP.(*)

Seputar Indonesia, Rabu, 25 Februari 2009

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/216332/

0 Responses to “Dari Kawan Menjadi Lawan”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Joint at Milist AIPI

Publikasi-Publikasi AIPI
















Jejak Pengunjung

Kalender

February 2009
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  

%d bloggers like this: