Jurus JK Menyelamatkan Golkar

Oleh: Moch Nurhasim, S.IP, M.Si
Peneliti Pada Pusat Penelitian Politik LIPI

Teka-teki politik atas isu ketidakcocokan koalisi Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla (SBY-JK) kini mulai terjawab. Kesiapan Wakil Presiden JK untuk maju sebagai calon presiden (capres) dari Golkar tentu akan berhadapan dengan Presiden SBY yang kemungkinan besar akan menjadi capres dari Partai Demokrat (SINDO, 21/2).

Ada apa di balik perceraian politik SBY-JK dan kesiapan JK sebagai calon presiden Golkar? Sejauh mana langkah JK tersebut efektif untuk menyelamatkan Partai Golkar yang di ambang perpecahan?

Faktor Perceraian JK-SBY
Secara harfiah, majunya JK sebagai capres menunjukkan bahwa koalisi antara SBY-JK sebenarnya rapuh. Kerapuhan koalisi ini salah satunya disebabkan presiden terpilih dari partai yang dukungan politiknya kecil. Koalisi model seperti itu rapuh guncangan dan isu-isu politik. Apalagi menjelang Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2009 mendatang.

Manuver politik dari kalangan internal partai dan lawan-lawan politik di luar partai dapat menjadi faktor pemicu bubarnya sebuah koalisi pemerintahan. Langkah JK untuk keluar dari koalisi pemerintahan adalah puncak dari gunung es bangunan koalisi SBY-JK yang tidak kokoh. Sejak masa pemerintahan keduanya berjalan, kesan rivalitas bahkan kontestasi antara kedua tokoh ini sering tampak di mata publik.

Perbedaan isu kebijakan politik, ekonomi misalnya, sempat memunculkan isu miring bahwa JK yang paling ngototuntuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) sehingga menuai imej negatif. Tetapi ketika harga BBM itu turun, justru Presiden SBY yang memetik keuntungannya. Begitu pula ketika ada protes dan perlawanan dari kader-kader Golkar atas iklan Partai Demokrat yang dianggap mengklaim keberhasilan pemerintahan seakan-akan sebagai keberhasilan partai SBY.

Protes tersebut justru menjelaskan derajat kerapuhan koalisi SBY-JK di mata publik. Inilah kelemahan sistem presidensial yang dikombinasikan dengan sistem multipartai yang menimbulkan masalah kohabitasi (cohabitation). Tak ada “hitam di atas putih” karena koalisi yang dibangun lebih didasari orientasi untuk berkuasa dan berbagi kekuasaan. Idealnya, koalisi yang dibangun mesti lebih berorientasi pada platform yang sama dalam hal kebijakan sehingga pemerintahan yang dihasilkan tidak saling mereduksi satu sama lain.

Potensi Perpecahan Golkar
Kesiapan JK menjadi calon presiden selain menegaskan perceraian politik SBY-JK, juga menunjukkan tanda-tanda lain yang patut dicermati. Menurut hemat penulis, minimal ada dua fenomena yang sedang melanda partai berlambang beringin ini. Pertama, Golkar dan kader-kadernya marah terhadap pernyataan Achmad Mubarok yang menilai Golkar hanya akan memperoleh 2,5%. Pernyataan itu bukan saja dianggap melecehkan, tetapi juga penghinaan bagi partai pemenang Pemilu 2004 tersebut.

Kedua, pelecehan politik dari kader Partai Demokrat menjadi momentum konsolidasi politik bagi Golkar menjelang Pemilu Presiden 2009. Persoalannya, momentum konsolidasi politik tersebut cenderung terlambat karena benih-benih perpecahan dalam tubuh Golkar sudah mengarah pada konflik “terbuka.” Tanda-tanda perpecahan itu salah satunya dipicu oleh masalah “bimbang-nya” Ketua Umum Golkar untuk mengusulkan calon presiden.

Sebelumnya, SOKSI, salah satu organisasi underbow, Golkar telah mengusung Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai capres. Usulan ini justru ditanggapi dingin oleh Jusuf Kalla sebagai ketua umum. Sementara itu, Akbar Tandjung yang selama ini dianggap berseberangan dengan JK sempat mengandaikan koalisi Golkar-PKS sebagai alternatif lain selain koalisi dengan Partai Demokrat.

Akbar juga meminta agar Golkar melakukan konvensi politik dalam menjaring calpres. Usulan Akbar ini sempat memicu reaksi keras dari JK dengan mengatakan bahwa saat ini Golkar tidak butuh konvensi. Pada waktu itu Golkar menggelar konvensi karena ketua umumnya sedang terbelit masalah hukum. Persoalannya, apakah kesiapan JK untuk maju sebagai capres dari Golkar di satu sisi dapat menyelamatkan Golkar dari perpecahan atau justru akan menimbulkan perbedaan kepentingan yang lebih tajam?

Menurut hemat penulis, Golkar sedang mengalami kebuntuan mekanisme untuk mengakhiri pertarungan internal partai terkait siapa yang berhak menjadi capres. Apakah Jusuf Kalla, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Akbar Tandjung, ataukah tokoh dan kaderkader lain? Dengan kata lain, kesiapan JK sebagai capres justru menimbulkan masalah baru bagi Partai Golkar.

Sebab pada tingkat internal partai, kader-kader mereka telah terpecah gerbongnya. Seandainya JK bersikap tegas sejak munculnya usulan dari kader SOKSI untuk mengusung Sri Sultan Hamengku Buwono X bahwa dia yang akan maju sebagai capres, perbedaan tidak akan setajam sekarang.

Dampak deklarasi JK sebagai capres tanpa konvensi adalah capres yang berasal dari kader Golkar tidaklah satu orang. Secara formal, keputusan partai mungkin akan menjatuhkan pilihan kepada JK sebagai capres,tetapi secara faktual, kader Golkar lain seperti Sri Sultan, Akbar Tandjung, dan tokoh lain tetap akan melakukan manuver politik untuk dapat maju sebagai calon, minimal RI-2.

Bila hal itu terjadi, langkah JK sebenarnya kurang efektif untuk mengonsolidasikan Golkar dan meminimalkan konflik internal partai. Karena itu, menurut hemat penulis, tantangan JK berikutnya adalah apakah JK dapat meyakinkan eliteelite Golkar dan kader-kader di bawahnya bahwa pencalonan JK sebagai capres positif bagi partai dan memiliki nilai jual.

Sebab beberapa survei dari berbagai lembaga menggambarkan bahwa kemungkinan JK untuk maju sebagai calon presiden dukungannya relatif kecil dibandingkan dengan koalisi dengan SBY.(*)

Seputar Indonesia, Minggu, 22 Februari 2009

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/215686/

0 Responses to “Jurus JK Menyelamatkan Golkar”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Joint at Milist AIPI

Publikasi-Publikasi AIPI
















Jejak Pengunjung

Kalender

February 2009
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  

%d bloggers like this: