Deplu dan Kinerja Ekspor RI

Oleh: Dr. H. Happy Bone Zulkarnain, MS
Anggota Komisi I DPR RI dan Ketua III PP AIPI Periode 2008-2011

Pada akhir Januari 2009, Menteri Keuangan yang juga Menko Perekonomian Sri Mulyani Indrawati amat mengkhawatirkan turunnya kinerja ekspor yang hampir separuh dibandingkan Januari 2008, yaitu dari USD11 miliar menjadi USD5,5 miliar.

Ini tidak saja menjadi indikasi dari kurangnya permintaan pasar global dan dampak dari krisis ekonomi global,tapi juga apa sesungguhnya yang dapat dilakukan pemerintah? Menurunnya sumbangan ekspor terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia 2009 diperkirakan hanya berkisar 3,9% sampai dengan maksimal 5%.

Hal itu pun dengan syarat bahwa konsumsi rumah tangga tumbuh 4,8% dan pemerintah dapat menggelontorkan belanjanya lebih tinggi 10,4% dibandingkan 2008, demikian penjelasan Mulyani pada rapat kerja dengan DPR. Jelas penurunan nilai ekspor tersebut akan membuat target penurunan angka pengangguran tahun 2009 tidak akan tercapai.

Sebagaimana diketahui, pemerintah menargetkan angka pengangguran terbuka tahun 2009 sebesar 7,44% dari 107 juta angkatan kerja, tapi hal itu tidak mungkin tercapai dan justru pengangguran terbuka dapat mencapai 8,87%. Kendati pemerintah ingin menekan target angka pengangguran tersebut secara maksimal, hal itu hanya mengalami penurunan paling banyak 0,53%.

Beberapa saran memang telah disampaikan oleh pihak-pihak di Komisi IX DPR. Di antaranya, pertama, pemerintah harus menetapkan target yang jelas dalam pengembangan ekspor. Kedua, pemerintah setidaknya dapat menargetkan penambahan 1.000 eksportir baru setiap tahun dengan alokasi dana Rp. 5 triliun.

Hal ini tampaknya jauh lebih bermanfaat daripada memberikan bantuan langsung tunai (BLT). Akhirnya, ada keinginan yang amat kuat bahwa peran Menteri Perdagangan harus dimaksimalkan. ***

Dalam kaitan itu muncul sebuah pertanyaan yang cukup beralasan, yaitu mengapa Deplu tidak ikut dilibatkan dalam upaya Indonesia meningkatkan ekspornya ke mancanegara? Sudah banyak keluhan selama ini menyangkut realisasi politik luar negeri Indonesia yang selalu dikenal sebagai “bebas aktif” dan terutama sudah waktunya kita tidak hanya berhenti berbicara pada isu-isu politik.

Misalnya saja pada masa lalu Indonesia demikian aktif dalam penyelesaian Kamboja dan hal-hal lain di tingkat ASEAN serta aktif dalam ikut menjaga perdamaian dunia melalui peran tentara kita dalam misimisi Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kini peran tersebut perlu lebih fokus.

Terutama dengan krisis ekonomi global akhir-akhir ini, Deplu pun harus dilibatkan. Politik luar negeri Indonesia, khususnya bagi Deplu dan para diplomatnya, seharusnya berperan optimal memperjuangkan kepentingan nasional, terutama untuk peningkatan kesejahteraan rakyat yang tercantum dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945. Peran dan peluang tersebut bukan tanpa alasan.

Pertama, Deplu adalah satu-satunya institusi pemerintah yang mempunyai akses langsung dengan perwakilannya (KBRI) di 120 negara lebih sehingga Deplu juga dapat menjadi motor terhadap upaya peningkatan kesejahteraan dan perekonomian nasional. Sayangnya akses tersebut selama ini belum dioptimalkan, apalagi bersinergi aktif dengan Departemen Perdagangan, Perindustrian, dan Departemen Tenaga Kerja serta menjadi satu kekuatan riil dalam peningkatan perdagangannya dengan 120 negara lebih tersebut.

Kedua, kepala negara sudah sering menekankan bahwa semua aparat pemerintah harus ikut mendukung pengembangan ekonomi kreatif, pengiriman tenaga kerja yang berkualitas, dan penanaman investasi kegiatan usaha Indonesia di negara lain (Asia,Afrika,Amerika Latin,dan Timur Tengah), terutama untuk kebutuhan pasar dan perekonomian kelas menengah ke bawah.

Ketiga, memperhatikan imbauan tersebut, makin terbukti bahwa tinggal instansi Deplu-lah beserta para stafnya yang mempunyai fasilitas dan modal kerja di lini terdepan yang amat diharapkan perannya.

Keempat, peningkatan peran Deplu tersebut tidak hanya menambah beban tugas-tugas yang sudah ada. Namun, di era majunya komunikasi dan teknologi informasi yang demikian canggih, peran Deplu pun harus lebih canggih,yaitu harus membuat berbagai terobosan mengatasi minimnya publikasi mengenai potensi ekonomi Indonesia selama ini. Selanjutnya, Deplu juga dapat berperan optimal sebagai sumber informasi dan publikasi canggih dari potensi ekonomi yang ada di mancanegara. ***

Dalam hubungan itu, Deplu perlu menyusun langkah-langkah konkret sebagai berikut. Pertama, diplomasi harus dilakukan para diplomat yang benar-benar memahami berbagai persoalan di sekitar peningkatan ekspor kita (khususnya nonmigas).

Misalnya saja ekspor nonmigas Indonesia di luar komoditas bahan baku adalah tekstil, sepatu, dan furnitur, maka semua potensi tersebut harus benar-benar dikuasai informasinya dan peluangnya di berbagai negara yang memerlukannya.

Kedua, peran Deplu dalam hal ini juga harus mampu mencari karakteristik kebutuhan ekonomi di setiap kawasan (terutama Afrika, Asia, Timur Tengah, dan Amerika Latin) yang sesuai dengan potensi dan kemampuan Indonesia.

Karena itu, benar sekali apa yang menjadi imbauan kepala negara beberapa waktu lalu: “Politik luar negeri (polugri) dan diplomasi Indonesia saat ini adalah mengarungi lautan yang bergolak (dalam segala hal). Oleh sebab itu politik luar negeri tidak boleh sekadar bernavigasi, tapi polugri harus dapat menentukan arah (take the lead) dan tidak hanya bagian dari perubahan, tapi dapat memimpin perubahan itu sendiri (lead the change).”

Ketiga, siapa pun Presiden Indonesia mendatang harus tetap menjaga peran Indonesia secara global yang sudah cukup positif, diiringi dengan pengembangan polugri yang lebih proaktif,produktif, dan creative pragmatism. Oleh sebab itu peran Deplu dan polugri yang dinamis juga harus didukung oleh suasana politik dalam negeri yang kondusif untuk menjaga citra Indonesia di mata internasional.

Dalam konteks itulah penulis merasa amat yakin bahwa tanpa adanya peran Deplu dan para diplomatnya di lebih 120 negara tersebut, upaya peningkatan ekspor kita hanyalah sebuah ambisi.(*)

Seputar Indonesia, Kamis, 19 Februari 2009

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/215060/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Joint at Milist AIPI

Publikasi-Publikasi AIPI
















Jejak Pengunjung

Kalender

February 2009
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  

%d bloggers like this: