Seminar Nasional XXIII – AIPI

Seminar Nasional XXIII
Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI)
“MASALAH KEPEMIMPINAN, DEMOKRATISASI
DAN KEBANGSAAN DI INDONESIA”
Makassar, 11-12 November 2008

DASAR PEMIKIRAN
Setelah menapaki satu dekade perjalanan reformasi, kita boleh bersyukur bahwa kini rakyat sudah dapat berpartisipasi secara optimal dalam bidang politik untuk memilih wakil-wakilnya di parlemen, kepala-kepala dan wakil kepala daerah, dan bahkan presiden serta wakil presiden melalui pemilu langsung. Namun kita juga masih harus prihatin melihat konflik-konflik lokal yang menghambat program-program pembangunan di daerah, yang ironisnya berlangsung bersamaan dengan merosotnya kualitas kepemimpinan di satu pihak, dan menguatnya kembali ikatan-ikatan primordiial di pihak lain.

Oleh karenanya tidak mengherankan kalau perjalanan demokratisasi di Indonesia masih sering dipandang belum efektif dan cenderung prosedural, sehingga dinilai belum mampu membentuk pemimpin yang akuntabel, berjiwa nasionalis dan memahami penderitaan rakyat. Rakyat masih harus menanti-nantikan hadirnya sosok pemimpin yang visioner: memiliki visi kebangsaan dan kerakyatan, yakni pemimpin yang tidak hanya memiliki intelektualitas, integritas, dan jujur, melainkan juga berpihak terhadap kepentingan rakyat, serta cita-cita bangsa dan negara. Pemimpin-pemimpin yang seperti inilah yang diyakini akan mampu menghasilkan kemandirian bangsa di tengah dinamika global yang semakin kompetitif.

Seharusnya praktik demokrasi tegas-tegas memberi porsi yang lebih besar bagi terwujudnya kedaulatan rakyat. Sayangnya kedaulatan rakyat selama ini terkesan masih diberikan sebatas pada saat rakyat menggunakan hak suara dan memberikan pilihannya pada kotak-kotak suara Pemilu. Akibatnya dalam banyak hal rakyat masih harus menerima nasibnya dipimpin oleh orang-rang yang lebih berorientasi kepada kepentingan pribadi, kelompok, elit ataupun golongan yang hanya menghasilkan kesengsaraan dan menambah kesulitan hidup rakyat yang berkepanjangan. Tidak jarang rakyat harus kecewa menyaksikan perilaku sebagian pemimpin yang justru kurang berempati pada penderitaan rakyat karena hanya memikirkan fasilitas pribadi daripada fasilitas publik.

Sejatinya sebuah momen Pemilu Legislatif dan Presiden yang merupakan salah satu unsur pokok dan mendasar dalam sistem politik demokratis ditujukan terutama untuk mencari dan mendapatkan figur-figur pemimpin nasional masa depan yang kredibel dengan program-program kerja konkrit guna mewujudkan kehidupan politik bangsa yang semakin maju. Oleh karenanya Pemilu Legislatif dan Presiden 2009 mendatang oleh banyak kalangan dapat dipandang sebagai momentum untuk menilai sejauh mana legitimasi reformasi melalui pemantapan demokrasi mampu menghasilkan perbaikan kehidupan, menghadirkan rasa aman dan keadilan serta prinsip keterwakilan seluruh elemen bangsa.

Dengan demikian sistem politik demokratis yang dibangun pasca Orde Baru seharusnya mampu membangun solidaritas bangsa bukan justru sebaliknya. Oleh karena itu produknya pun harus mampu melahirkan elit pemimpin-pemimpin tingkat nasional maupun lokal yang visioner, berkarakter dan membanggakan. Negara dan bangsa Indonesia harus mampu membangun kepemimpinan yang kuat dan kredibel tidak hanya pada sisi kelembagaan eksekutif, melainkan juga pada sisi kelembagaan legislatif dan bahkan yudikatif. Bagaimana mungkin rakyat akan mendukung program-program pemerintah kalau pemerintahnya sendiri terlihat kurang menunjukkan keberpihakannya kepada nasib dan kepentingan bangsanya? Bagaimana mungkin rakyat merasa nyaman bila dipimpin oleh orang-orang yang ternyata lebih loyal kepada kepentingan asing daripada bangsanya sendiri?

Membangun sistem politik demokrasi tidak berarti bahwa kita harus tercerabut dari akar budaya nasional kita sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat. Oleh karenanya model kepemimpinan nasional manapun yang akan dipilih dan dilaksanakan, semuanya itu hendaknya ditujukan untuk memperkuat demokratisasi dan paham kebangsaan kita sendiri. Demokrasi adalah sebuah sistem bukan tanpa kelemahan, namun inilah pilihan terbaik kita saat ini yang harus diyakini akan mampu menghasilkan perubahan kehidupan berbangsa dan bernegara ke arah yang lebih baik.

PELAKSANA DAN BENTUK KEGIATAN
Terkait dengan hal-hal tersebut di atas, Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulsel, bermaksud menyelenggarakan Seminar Nasional XXIII bertema “Masalah Kepemimpinan, Demokratisasi dan Kebangsaan di Indonesia”.

TUJUAN
1. Membahas, mendiskusikan dan merumuskan model kepemimpinan politik dalam memperkuat demokratisasi dan kebangsaan.
2. Menghasilkan rekomendasi tentang model kepemimpinan politik dalam memperkuat demokratisasi dan kebangsaan.
3. Menyebarluaskan hasil-hasil dan rekomendasi Seminar Nasional AIPI ke masyarakat, partai-partai politik, parlemen nasional dan daerah, dan pemerintah.

TOPIK-TOPIK UTAMA
1. Kepemimpinan Nasional dalam Demokratisasi di Indonesia Pasca Soeharto
2. Kepemimpinan Lokal Era Pilkada Langsung
3. Problematik Kebangsaan Era Demokratisasi dan Otonomi Daerah
4. Tantangan Kebangsaan dalam Era Globalisasi
5. Pemilu 2009, keterwakilan politik dan Konsolidasi Demokrasi
6. Kepemimpinan dan Kebangsaan: Perspektif Perbandingan

MAKALAH-MAKALAH DAN PEMBICARA
Makalah-makalah dalam Seminar Nasional XXIII AIPI akan disajikan oleh para pakar politik dan pemerintahan, hubungan internasional dan administrasi negara, serta kalangan praktisi politik, baik yang diundang oleh panitia, maupun mereka yang berminat menyampaikan makalah yang sebelumnya diseleksi oleh PP AIPI. Pemakalah yang diundang maupun yang terseleksi oleh PP AIPI, pembiayaannya ditanggung oleh panitia (tiket dan akomodasi).

Makalah diterima panitia Seminar Nasional XXIII AIPI paling lambat tanggal 17 Oktober 2008. Panjang makalah antara 20-30 halaman kwarto diketik satu setengah spasi, lengkap dengan catatan kaki, daftar pustaka dan biodata ringkas penulis. Makalah dikirimkan melalui email di pp.aipi@gmail.com atau pp_aipi@yahoo.com atau langsung diantar ke sekretariat panitia di Widya Graha LIPI, Lt. VII. Jl. Jend. Gatot Subroto 10 – Jakarta 12710. Telp/fax: (021) 5224480. Informasi lebih lanjut hubungi: Indriana Kartini (081380837094), Nanto Sriyanto (081317884072), Prayogo (081932493334).

PESERTA
Seminar Nasional XXIII AIPI di Makassar akan diikuti oleh para ahli ilmu politik, ilmu pemerintahan, ilmu hubungan internasional, dan ilmu administrasi negara yang datang dari berbagai daerah di Indonesia, para praktisi politik di pemerintahan, para anggota dan pengurus AIPI, serta para peminat lain yang mendaftarkan diri ke panitia seminar.

WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN
Seminar Nasional XXIII AIPI akan diselenggarakan pada tanggal 11-12 November 2008 di Celebes Convention Center (CCC) Makassar, Sulawesi Selatan.

BIAYA DAN TEMPAT PENDAFTARAN
Peserta anggota AIPI dikenakan biaya Rp. 100.000,-/orang dan non anggota AIPI dikenakan biaya Rp. 150.000,-/orang. Tempat pendaftaran: Panitia Seminar Nasional XXIII AIPI, Widya Graha LIPI, Lantai VII, Jl. Jend. Gatot Subroto No. 10 Jakarta 12710. Telp./Fax: 021-5224480 atau langsung di tempat pelaksanaan seminar. Panitia akan menyediakan makalah, seminar kit, dan konsumsi.

SUSUNAN KEPANITIAAN

PELINDUNG
Drs. S.H Sarundajang (Ketua Umum Pengurus Pusat AIPI)
Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, SH, M.Si, MH (Gubernur Sulawesi Selatan)
Prof. Dr. M. Ryaas Rasyid, MA (Dewan Penasehat Pengurus Pusat AIPI)
Prof. Dr. H. Idrus A. Paturusi (Rektor Universitas Hasanuddin)

PANITIA PENGARAH
Alfitra Salamm
Diana Fawzia AS
Djohermansyah Djohan
Hamdan Basyar
Happy Bone Zulkarnain
Isbodroini Suyanto
Ikrar Nusa Bhakti
Maswadi Rauf
Mochtar Pabottingi
Mohammad Noer
Ninok Leksono
Nurul Aini
Syamsuddin Haris
Zainuddin Djafar

PANITIA PELAKSANA
Ketua : Fredy B.L Tobing
Wkl. Ketua : M. Kausar Bailusy
Sekretaris : Indriana Kartini
Wkl. Sekretaris : Moch. Nurhasim
Bendahara : Sarah N. Siregar
Wkl. Bendahara : Nyimas Latifah Letty A.
Seksi Dana :
Nurul Arifin
Lidya C. Sinaga
Septi Satriani
Seksi Makalah :
Ganewati Wuryandari
Syafuan Rozi Soebhan
Nanto Sriyanto
Seksi Persidangan :
Lili Romli
Adriana Elisabeth
Irine H. Gayatri
Seksi Akomodasi :
Hargyaning Tyas
Sri Yanuarti
Seksi Umum :
Prayogo
Sudarwati
Abu Bakar

3 Responses to “Seminar Nasional XXIII – AIPI”


  1. 1 Donaldy Sianipar October 17, 2008 at 4:44 am

    Tadi pagi (Jumat 17 Oct 2008 jam 6:36 AM) saya sdh kirim makalah saya ke pp_aipi@yahoo.com dan pp_aipi@gmail.com, tapi yg gmail gagal.
    Apakah yg yahoo sdh diterima?
    Tolong konfirmasi (baik sdh maupun blm) ke HP saya 081-5955-8517.
    Terimakasih banyak.

    Hormat saya,
    Donaldy Sianipar

  2. 2 admin October 17, 2008 at 10:46 am

    Buat Pak Donaldy Sianipar.
    Makalah yang Bapak kirimkan sudah kami terima dengan baik. Terima kasih kami ucapkan atas kiriman makalahnya.


  1. 1 Undangan Menjadi Pemakalah « Asosiasi Ilmu Politik Indonesia - AIPI Trackback on September 23, 2008 at 4:54 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Joint at Milist AIPI

Publikasi-Publikasi AIPI
















Jejak Pengunjung

Kalender

September 2008
M T W T F S S
« Aug   Oct »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

%d bloggers like this: