Sistem Pemerintahan Seperti Sekarang Tidak Efektif

Banjarmasin, PJINEWS.COM – Jika sistem pemerintahan kita menganut sistem presidensial murni, maka pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla akan berjalan dengan efektif. Nyatanya, eksekutif kadang dibuat tidak berkutik jika berhadapan dengan legislatif. Dalam forum seminar Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) dengan tema Pemilihan Presiden 2009:Pemantapan Sistem Politik Demokrasi dan Pengokohan Reformasi” di Banjarmasin, para pakar politik menilai bahwa saat ini pemerintahan SBY-JK menerapkan sistem presidensial setengah hati. Akibatnya roda pemerintahan menjadi tidak efektif.

Hadir dalam seminar itu Prof. Dr. M. Ryaas Rasyid, MA, Prof. Dr. Maswadi Rauf, MA, Dr. J. Kristiadi, Prof. Syamsuddin Haris, M.Si, Firman Noor, MA dan Andrinof Chaniago, M.Si. Menurut pakar politik Universitas Indonesia Maswadi Rauf, Kalau praktek presidensial berjalan optimal, presiden bisa menggunakan kewenangannya secara penuh dalam mengatur bangsa ini. Dan kondisinya tidak seperti sekarang ini.

Namun, karena pertimbangan tetap terpeliharanya stabilitas politik maka terjadilah politik akomodatif atau praktek sistem presidensial setengah hati seperti yang dilakukan Presiden SBY dan Wapres JK dalam menjalankan roda pemerintahan hingga memasuki tahun keempat masa pemerintahan hasil Pemilu 2004. Di sisi lain sistem presidensial sebenarnya mengandung potensi kebuntuan politik, bila terjadi persaingan seimbang antara presiden dengan parlemen atau DPR.

Sistem presidensial di negara-negara Amerika Latin sudah seringkali terjadi “deadlock” atau kebuntuan yang berlanjut pada terjadi perebutan kekuasan dengan cara makar. “Hanya saja keuntungan Indonesia pada dua faktor yaitu tidak ada perbedaan mendalam di antara parpol dalam hal ideologi, dan tidak ada tradisi kudeta militer,” ucapnya.

Pakar politik dari Universitas Indonesia itu mengingatkan, bukan berarti prektek presidensial di Indonesia tidak menimbulkan kerawanan dan bisa saja terjadi dua hal yang selama ini membedakan Indonesia dengan negara-negara di Amerika Latin. Sementara itu Syamsuddin Haris berpendapat dalam mengelola negara dengan pertimbangan menciptakan stabilitas itu memang baik, tapi efektifitas roda pemerintahan jauh lebih baik dan menjadi tuntutan mendesak.

Terjadi di Indonesia penerapan sistem presidensial yang dikombinasikan dengan multi partai atau parlementer, sebagai sebuah sistem yang dipaksakan dan hal itu hanya sebatas imajiner. “Aneh, partai politik pendukung pemerintah juga melakukan gugatan terhadap kebijakan pemerintah sehingga sulit mencapai pemerintahan yang efektif,” katanya.

Untuk itu Syamsuddin Haris menyarankan agar ke depan Indonesia tidak perlu berubah pada sistem parlementer, tapi juga tidak lagi menerapkan sistem presidensial. Ada satu pilihan yang dinilai lebih cocok bagi Indonesia yaitu sistem semi presidensial, yang sebenarnya standar dalam tipe sistem negara.

Para pakar ilmu politik itu membahas materi aktual seperti Evaluasi Sistem Presidensial, Sosok Ideal Presiden RI 2009-2014, Format Kampanye Ideal, Peta Kekuatan Politik dan Kecendrungan Koalisi, Partisipasi Publik dan Budaya Politik Pemilih, serta Evaluasi Pilpres 2004.

Sumber: antara, 15 April 2008

0 Responses to “Sistem Pemerintahan Seperti Sekarang Tidak Efektif”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Joint at Milist AIPI

Publikasi-Publikasi AIPI
















Jejak Pengunjung

Kalender

April 2008
M T W T F S S
« Mar   May »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

%d bloggers like this: