Oleh: Prof. Dr. Ikrar Nusa Bhakti
Profesor Riset Bidang Intermestic Affairs LIPI
Indonesia dan Malaysia, meski negara serumpun, ternyata penuh dengan pernak pernik persoalan di antara keduanya. Hubungan kedua negara sejak 1957, tahun kemerdekaan Malaya, bagaikan roller coaster yang naiknya begitu lamban, namun begitu sampai ke puncaknya, langsung terjun bebas secara drastis.
Kilas balik hubungan RI-Malaysia dapat kita lihat dari betapa mesranya hubungan kedua negara saat Malaya merdeka. Saat itu, Singapura masih menjadi bagian dari Malaya. Untuk menjalin hubungan kebudayaan, Presiden Soekarno memberikan cenderamata kepada PM Tengku Abdurrahman piringan hitam Lokananta, yang antara lain berisi lagu-lagu Indonesia. Di antara kumpulan lagu itu adalah “Terang Bulan” karya Sjamsul Bahri yang kemudian disadur menjadi lagu kebangsaan Malaysia. diteruskan membaca

Give the right man the right weapon and you are assured of victory: This claim provides an apt description of the achievement of Sinyo Harry Sarundajang in bringing into being the first ever World Ocean Conference (WOC) and the Coral Triangle Initiative Summit on Coral Reefs, Fisheries






