Oleh: Prof. Dr. Ikrar Nusa Bhakti
Profesor Riset Bidang Intermestic Affairs LIPI
PEMILU presiden (pilpres) tinggal sembilan hari lagi. Mendekati masa akhir kampanye, terasa betapa suhu politik memanas. Masing-masing pasangan mencoba untuk mendapatkan kredit dari isu yang mereka lontarkan, seraya berupaya mendiskreditkan pasangan lain.
Berbagai isu pun dilontarkan oleh masing-masing pasangan, dari soal agama, badan hukum pendidikan (BHP), tenaga kerja lepas, independensi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sampai ke soal pembangunan pembangkit tenaga listrik berkapasitas 10.000 megawatt (MW). Gaya lama bentuk “kebulatan tekad” pun berkumandang dari seantero negeri mendukung masing-masing pasangan capres-cawapres. diteruskan membaca







