Archive for June, 2009

Kampanye Boleh Panas, Hati Tetap Dingin

Oleh: Prof. Dr. Ikrar Nusa Bhakti
Profesor Riset Bidang Intermestic Affairs LIPI

PEMILU presiden (pilpres) tinggal sembilan hari lagi. Mendekati masa akhir kampanye, terasa betapa suhu politik memanas. Masing-masing pasangan mencoba untuk mendapatkan kredit dari isu yang mereka lontarkan, seraya berupaya mendiskreditkan pasangan lain.

Berbagai isu pun dilontarkan oleh masing-masing pasangan, dari soal agama, badan hukum pendidikan (BHP), tenaga kerja lepas, independensi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sampai ke soal pembangunan pembangkit tenaga listrik berkapasitas 10.000 megawatt (MW). Gaya lama bentuk “kebulatan tekad” pun berkumandang dari seantero negeri mendukung masing-masing pasangan capres-cawapres. diteruskan membaca

Menimbang Demokrasi, Merajut Optimisme

Oleh: Prof. Dr. Syamsuddin Haris
Kepala Pusat Penelitian Politik LIPI dan Sekjen PP AIPI

Karut-marut politik pasca-pemilu legislatif dan menjelang Pilpres 2009 terus mewarnai perjalanan negeri ini. Kampanye yang seharusnya menjadi momentum untuk menawarkan gagasan terbaik bagi pembenahan negeri ini ke depan, terperangkap sebagai ajang saling menyindir antarcalon presiden, adu citra, serta unjuk kekuatan. Bagaimana seharusnya kita menimbang semua haru-biru politik dan dinamika demokrasi yang berlangsung satu dekade terakhir?

Harus diakui bahwa performance para politisi, partai politik, caleg dan capres, serta parlemen dan pemerintah yang dihasilkan pemilu masih mengecewakan. Para aktor dan institusi demokrasi tersebut relatif gagal memanfaatkan kesempatan emas satu dekade reformasi bagi kejayaan Ibu Pertiwi. Seperti dikemukakan dalam ulasan saya sebelumnya, para aktor demokrasi terperangkap pada pendangkalan politik tak berkesudahan yang berujung pada salah-urus negara dan daerah. diteruskan membaca

Konstitusi Pilpres 2009

Oleh: TA Legowo
Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi)
dan Ketua Komisi Publikasi PP AIPI

Kompetisi Pemilu Presiden 2009 diwarnai pertarungan wacana akan diselesaikan dalam satu putaran. Justifikasinya adalah efisiensi anggaran negara karena bisa menghemat uang negara Rp 4 triliun.

Tidak menjadi soal jika pilpres satu putaran terjadi tanpa disertai intensi politis yang mengarahkan pemilih pada satu pasangan capres-cawapres tertentu. Sebab, dalam keadaan ekonomi negara terpuruk, efisiensi anggaran menjadi kebutuhan. diteruskan membaca

Seminar Nasional XXIV – AIPI

SEMINAR NASIONAL XXIV
“SEWINDU OTONOMI KHUSUS PAPUA”

Kerjasama Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) dengan
Pemerintah Daerah Papua, Pemerintah Daerah Papua Barat,
Sekretariat Wakil Presiden dan Universitas Cendrawasih

Jayapura, 28-9 Oktober 2009

Latar Belakang
Sejak berakhirnya kekuasaan rejim Orde Baru pada 1998, pendekatan politik dan ekonomi (pembangunan) yang sentralistik diganti dengan pendekatan desentralistik. Tak terkecuali dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Papua, termasuk penyelesaian konflik. Bentuk nyata dari desentralisasi politik di Papua adalah dengan ditetapkannya Undang-Undang (UU) Nomor 21 Tahun 2001 mengenai Otonomi Khusus (Otsus) bagi daerah Papua, pada 21 November 2001. diteruskan membaca

Mengawal Kerja Politik Para Wakil Terpilih

Oleh: Prof. Dr. Syamsuddin Haris
Kepala Pusat Penelitian Politik LIPI dan Sekjen PP AIPI

Diperkirakan sekitar 70 persen anggota DPR hasil Pemilu Legislatif pada 9 April 2009 yang lalu adalah wajah baru. Kecenderungan serupa sangat mungkin terjadi di DPRD propinsi, kabupaten, dan kota di seluruh Indonesia. Mungkinkah kita membayangkan kinerja pemerintahan hasil Pemilu 2009 lebih baik dari sekarang?

Jawabannya, mungkin saja. Apabila kita sepakat bahwa pemilu adalah awal kerja politik lima tahunan setiap polity, baik nasional maupun daerah, maka wajah baru DPR dan DPRD bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan bekerjanya pemerintahan pasca-pemilu. Faktor penting lain yang turut menentukan adalah, apakah kita sebagai warga negara merasa terlibat dan memiliki pemerintahan hasil pemilu atau tidak. diteruskan membaca

Kampanye yang Memanas

Oleh: Prof. Dr. Maswadi Rauf
Dosen dan Ketua Departemen Ilmu Politik FISIP UI
dan Dewan Penasehat PP AIPI

Kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009 telah memasuki Minggu kedua. Sejauh ini kelihatannya belum ada hal buruk yang terjadi di dalam masyarakat sebagai akibat dari kampanye tersebut.

Artinya, kampanye pilpres sejauh ini tidak menimbulkan keresahan masyarakat akibat adanya tindakan kekerasan dan tawuran antarpendukung pasangan yang bersaing. Dilihat dari kacamata masyarakat, kampanye pilpres kali ini menyejukkan masyarakat karena persaingan yang memanas di antara pasangan tidak ikut dirasakan oleh masyarakat. diteruskan membaca

TNI yang Merana

Oleh: Prof. Dr. Ikrar Nusa Bhakti
Profesor Riset Bidang Intermestic Affairs LIPI

TUJUH kasus kecelakaan pesawat angkut, pesawat latih, dan helikopter milik TNI yang terjadi selama 2009 dan menewaskan tidak kurang dari 133 orang (Seputar Indonesia, 15/6) telah membuka mata kita, termasuk para anggota eksekutif dan legislatif, betapa parahnya alat utama sistem senjata (alutsista) TNI.

Berapa kali sudah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan akan membuat tim untuk mengkaji berbagai kecelakaan tersebut, tetapi hingga kini kita tak tahu rimbanya, apakah tim tersebut sudah, sedang atau bahkanbe lum bekerja. Hari demi hari telah berlalu dan dalam dua bulan terakhir terjadi empat kali kecelakaan yang memakan banyak korban jiwa. diteruskan membaca

Menagih Program Konkret Capres-Cawapres

Oleh: Dr. Lili Romli
Peneliti Pusat Penelitian Politik LIPI

Pada Rabu malam kemarin, 10 Juni 2009, KPU menggelar deklarasi kampanye damai tiga pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) di Menara Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta.

Deklarasi kampanye damai ini sekaligus menandai dimulainya musim kampanye terbuka (rapat umum) pemilihan presiden dan wakil presiden (pilpres) yang dimulai 11 Juni 2009. Masa kampanye pilpres nonrapat umum sebenarnya sudah dimulai tanggal 2 Juni 2009. Kampanye pilpres ini nanti akan berakhir 4 Juli 2009, tiga hari sebelum pelaksanaan Pilpres 8 Juli 2009. diteruskan membaca

Partai, Pemilu, Dan Pendangkalan Politik

Oleh: Prof. Dr. Syamsuddin Haris
Kepala Pusat Penelitian Politik LIPI dan Sekjen PP AIPI

Pemilihan umum kini menjadi ajang berbagai kalangan mulai politisi, mantan tentara, aktivis, seniman, akademisi, artis, dan pengusaha berebut tiket menjadi calon legislatif, calon presiden dan cawapres. Miliaran rupiah digelontorkan untuk mempromosikan diri demi berhala baru bernama “popularitas”, agar tingkat keterpilihan atau elektabilitas dalam pemilu membubung. Padahal uang sebanyak itu bisa menyelamatkan puluhan ribu rakyat kita yang hidupnya didera kemiskinan. diteruskan membaca

Kampanye yang Kurang Bermutu

Oleh: Prof. Dr. Ikrar Nusa Bhakti
Profesor Riset Bidang Intermestic Affairs LIPI

AKTIVITAS pasangan calon presiden- calon wakil presiden (capres cawapres) dapat saja beragam,tapi gaya kampanye mereka terasa monoton dan tidak bermutu. Menyindir, mencontek, melarang penggunaan agama dalam kampanye, serta menyatakan diri paling hebat, adalah empat poin kunci, yang amat menonjol pada masa kampanye Pemilu Presiden (Pilpres) 2009 ini.

Pasangan nomor urut 1, Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto, dalam kepercayaan etnis Tionghoa melambangkan matahari yang memiliki ego, jiwa kepemimpinan, dan pionir. Entah kebetulan atau mitos, pasangan ini banyak memunculkan gagasan, seperti pemberian komputer kepada institusi pendidikan, mulai dari SD, SMP, SMA sampai ke universitas; penghapusan outsourcing dalam sistem perburuhan, meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi dua digit melalui penciptaan lapangan kerja di sektor pertanian; dan peninjauan kembali Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan (UU BHP) agar anak-anak orang miskin dapat kuliah di universitas-universitas negeri. diteruskan membaca

Pertarungan Koki Politik

Oleh: Moch Nurhasim, S.IP, M.Si
Peneliti pada Pusat Penelitian Politik LIPI di Jakarta

Pertarungan isu-isu politik menjelang pelaksanaan pemilihan presiden dan wakil presiden 8 Juli 2009 mendatang semakin sengit. Isu politik sebagai suatu agenda politik yang memengaruhi citra politik tiap calon dikemas oleh para koki politik.

Tiap calon telah memilih para koki politik masing-masing. Kehadiran koki politik dalam perebutan kursi RI-1 dan RI-2 ini bukanlah hal yang baru. Sejak munculnya pemilihan presiden wakil presiden dan kepala daerah secara langsung, lahir beberapa kelompok yang dapat disebut sebagai koki politik. Koki politik ini memiliki tugas untuk mengemas gagasan, visi misi, dan program kerja para calon presiden-wakil presiden lima tahun mendatang. diteruskan membaca

Masa Kampanye Sudah Tiba

Oleh: Prof. Dr. Maswadi Rauf
Dosen dan Ketua Departemen Ilmu Politik FISIP UI
dan Dewan Penasehat PP AIPI

Masa kampanye pemilihan umum presiden/wakil presiden (pilpres) sudah dimulai. Ini adalah tahap pemilu yang dinanti-nantikan karena adanya keterlibatan warga masyarakat secara massal dan disampaikannya berbagai informasi yang diperlukan dalam menentukan pilihan.

Setelah melalui tahap penentuan koalisi dan calon wakil presiden (cawapres) yang alot, pada akhirnya muncul juga tiga pasangan yang akan bersaing dalam Pilpres 2009. Puncak persaingan itu tentu saja adalah dalam masa kampanye sekarang ini. diteruskan membaca

Next Page »


Kata Bijak Hari ini

HIDUP ADALAH “PILIHAN”, SEGERALAH TENTUKAN “PILIHANMU” ...ATAU “PILIHAN” AKAN MENENTUKAN HIDUPMU.
Nicholas Cage - Death Racer (Movie)

Joint at Milist AIPI

Publikasi-Publikasi AIPI











Jejak Pengunjung