Archive for January, 2009

Teka-teki Pendamping Mega?

Oleh: Prof. Dr. Ikrar Nusa Bhakti
Profesor Riset Intermestic Affairs LIPI

Teka-teki mengenai siapa yang akan mendampingi Megawati Soekarnoputri pada pemilu presiden langsung Juli mendatang belum terjawab. Pada Rakernas III PDIP di Makassar beberapa waktu lalu, masih ada sekitar 17 nama yang disebut-sebut sebagai pendamping Mega.

Pekan lalu, ketika beberapa tokoh politik diundang ke kediaman Megawati, masih muncul lima nama yang santer disebut sebagai cawapres yang akan mendampingi Mega. Mereka adalah Sultan Hamengku Buwono X, Prabowo Subianto, Akbar Tandjung, Sutiyoso dan Hidayat Nurwahid.

Senin siang, 26 Januari 2009, masih ada empat nama yang disebut, yaitu lima nama di atas dikurangi Akbar. Sore harinya tinggal tiga nama, dengan nama Hidayat yang menghilang. Malam harinya tinggal dua nama, yaitu Sultan HB X dan Prabowo. diteruskan membaca

Kampanye Pejabat Negara

Oleh: Prof. Dr. Ikrar Nusa Bhakti
Profesor Riset Intermestic Affairs LIPI

Pemilu kurang dari tiga bulan lagi. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla, yang masing-masing didampingi kelompok menteri berbeda, belakangan ini sering meninggalkan ibu kota negara untuk mengunjungi berbagai daerah.

Pekan lalu saja Presiden SBY melakukan “safari lompat katak” dari Batam di Kepulauan Riau ke Sorong dan Manokwari di Papua Barat. Dalam perjalanan pergi dan pulang, Presiden dan rombongan mampir di Kendari, Sulawesi Tenggara, dan Bali. Di Papua Barat Presiden SBY selain membantu para korban gempa juga menyerahkan dana Rp. 150 miliar untuk Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri. diteruskan membaca

Saatnya Melihat Kiprah Obama

Oleh: Drs. M. Hamdan Basyar, M.Si
(Peneliti Utama pada Pusat Penelitian Politik LIPI dan Direktur Eksekutif The Indonesian Society for Middle East Studies (ISMES)

Pada 20 Januari 2009 ini, Barack Obama dilantik menjadi Presiden Amerika Serikat (AS). Dalam sejarah AS, dia menjadi presiden pertama yang berkulit hitam. Dengan kelihaiannya yang ada pada dirinya, Obama telah menyihir publik AS untuk memenangkan pemilu presiden AS.

Kemampuannya untuk mengukir prestasinya itu telah mengantarkannya sebagai Man of the Year 2008 versi majalah Time. Majalah mingguan ini menyebut Obama telah menghangatkan suasana dingin Desember dan tampil sebagai presiden di masa sulit. Dengan slogan Change we can believe in, Obama mampu menarik ratusan ribu orang untuk mendatangi pidatonya. diteruskan membaca

Obama dan Politik Luar Negeri AS

Oleh: Prof. Dr. Ikrar Nusa Bhakti
(Profesor Intermestic Affairs LIPI)

Barack Husein Obama akan dilantik pada Selasa (20/1) sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) ke-44. Ketika kereta yang membawa Obama dari Philadelphia singgah sebentar di Wilmington, Delaware, untuk menjemput Wakil Presiden AS Joe Biden, dan kemudian berjalan perlahan ke Washington DC, jutaan penonton televisi di berbagai penjuru dunia akan menyaksikan upacara inaugurasi itu secara langsung.

”Hari-hari mendatang,” kata Obama di Philadelphia, Sabtu (17/1) lalu, ”Bukan hanya soal inaugurasi seorang Presiden Amerika, tetapi juga soal perayaan bagi warga AS”. Ini berarti, Obama bukan hanya menyatakan bahwa sejarah Amerika baru telah terukir dengan amat manis di mana siapa pun, asal mampu, dapat menjadi Presiden AS, melainkan juga ajakan pada rakyat Amerika bagaimana melalui sistem demokrasi yang amat matang, pemerintah dan rakyat dapat bahu-membahu membangun kembali ekonomi AS yang dilanda resesi dan mengembalikan citra AS di mata dunia. diteruskan membaca

Suara Terbanyak dan Kualitas Parlemen

Oleh: Prof. Dr. Syamsuddin Haris
(Profesor Riset Ilmu Politik LIPI dan Sekjen PP AIPI)

Mahkamah Konstitusi akhirnya menganulirmekanisme penetapan calon anggota legislatif terpilih yang dianut UU No 10/2008 dan menggantinya dengan sistem suara terbanyak. Kedaulatan rakyat dipulihkan. Namun, adakah dampaknya bagi peningkatan kualitas para wakil rakyat dan lembaga perwakilan?

Terlepas dari berbagai kontroversi, inkonsistensi, dan ambivalensi partai-partai politik dalam menyikapi sistem suara terbanyak sejak UU tersebut dibahas di DPR, keputusan MK patut diapresiasi sebagai bentuk penghormatan terhadap suara rakyat. Keputusan tersebut tak hanya memutus mata rantai oligarki pimpinan partai dalam penetapan calon anggota legislatif (caleg), tetapi juga mendorong para caleg untuk bekerja keras meraih dukungan dan simpati publik. diteruskan membaca

Jalan Panjang Keadilan Munir

Oleh: Prof. Dr. Ikrar Nusa Bhakti
(Profesor Riset Bidang Intermestic Affairs, LIPI)

Penobatan Suciwati, istri almarhum Munir, sebagai People of The Year 2008 Bidang Hukum oleh SINDO sangat wajar dan tepat waktu.

Suci (begitu dia akrab dipanggil) begitu gigih dalam memperjuangkan keadilan bagi suaminya, yang berarti pula keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Namun sayang, di hari terakhir 2008, bukan kado keadilan yang diterima Suciwati dan putra-putrinya, Soultan Alief Allende dan Diva Syuuki Larasati, melainkan kado yang pahitnya tak terperikan. diteruskan membaca


Kata Bijak Hari ini

HIDUP ADALAH “PILIHAN”, SEGERALAH TENTUKAN “PILIHANMU” ...ATAU “PILIHAN” AKAN MENENTUKAN HIDUPMU.
Nicholas Cage - Death Racer (Movie)

Joint at Milist AIPI

Photobucket

Publikasi-Publikasi AIPI











Jejak Pengunjung